Indonesia Sulit Maju Karena Lebih Banyak Perantara Daripada yang Kerja

"Terlalu banyak pembahasan daripada yang mengerjakan. Lebih banyak biaya penunjang daripada inti,"

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Indonesia Sulit Maju Karena Lebih Banyak Perantara Daripada yang Kerja
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluhkan birokrasi Indonesia masih berbelit-belit. Sehingga, hal ini yang membuat rasio produktivitas Indonesia atau ICOR (Implemental Capital To Output Ratio) Indonesia masih tinggi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, pemerintahan kini terlalu banyak pembahasan dibandingkan tindakan yang dilakukan.

"Karena ICOR di atas 6 persen, biaya ekonomi kita pasti tinggi. Itu karena banyak perantara daripada yang benar-benar kerja. Terlalu banyak pembahasan daripada yang mengerjakan. Lebih banyak biaya penunjang daripada inti," ujar Sri Mulyani dalam sebuah diskusi di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Menurut Sri Mulyani, birokrasi yang berbelit-belit ini menjadi tantangan pemerintah ke depan. Pasalnya, birokrasi ini suatu hal yang penting, terutama untuk menumbuhkan investasi.

"Indonesia ini butuh desain sistem yang substansi bagian paling besar dibandingkan penunjang. Jangan terbalik. Ini jadi tantangan besar kita gimana kita bisa desain sesuatu yang efisien. birokrat dan birokrasi penting sekali," tutur dia.

Saat ini, kata Sri Mulyani, Indonesia juga telah mempermudah investasi dengan membuat perizinan satu pintu dengan Online Single Submission.

"Effort sudah dilakukan misal OSS agar investment tidak terlalu banyak menghadapi proses. Dengan teknologi, bisa efisien. Kalau birokrat tidak ada kerjaan, dia akan buat kerjaan dan itu jadi additional cost. Di satu sisi kita butuh birokrat efisien kompeten, di sisi lain butuh perbaikan efisiensi di pusat maupun daerah," pungkas dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini