IHSG dan Rupiah Diprediksi Kompak Melemah Sepanjang Hari Ini

IHSG dan nilai tukar rupiah diprediksi melemah sepanjang hari ini.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
IHSG dan Rupiah Diprediksi Kompak Melemah Sepanjang Hari Ini
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/3).

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal mengalami koreksi lanjutan setelah kemarin ditutup melemah 0,50 persen di level 6.250.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat secara teknikal MACD masih berada di area negatif. Sementara itu, terlihat bahwa Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

Di sisi lain, terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan masih adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

"Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.227 hingga 6.204. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range 6.291 hingga 6.332," kata Nafan dalam riset hariannya, Selasa (13/8/2019).

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi juga memprediksi IHSG melemah. Menurut pengamatannya, secara teknikal IHSG pulled back bearish trend dan break out MA200.

Indikasi melanjutkan pelemahan dengan pengujian support. Indikator Stochastic mendekati area overbought dan RSI bergerak bearish momentum.

"Sehingga kami perkirakan IHSG akan kembali tertekan dengan support resistance di kisaran level 6.200-6.320," tutur Lanjar.

Sama halnya dengan IHSG yang diprediksi melemah sepanjang hari ini, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi nilai tukar rupiah juga berpeluang melemah terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, pelemahan ini masih dipicu sentimen perang dagang yang berkepanjangan yang berpotensi melambatkan perekonomian global.

Selain itu, pelemahan besar terjadi pada mata uang peso Argentina sebesar 23 persen terhadap dolar AS karena ketidakpastian politik dalam negeri Argentina yang memberikan sentimen negatif ke negara berkembang.

Tak hanya itu, kondisi politik di Hong Kong yang merupakan pusat keuangan besar di Asia juga memberikan sentimen negatif ke aset berisiko.

"Rupiah berpotensi bergerak ke kisaran Rp 14.280 - Rp 14.300 dengan support di kisaran Rp 14.180," kata Ariston.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Senin (12/8/2019) pekan lalu berada di level Rp 14.250 per dolar AS.

Level itu melemah bila dibandingkan Jumat sebelumnya yang berada di level Rp 14.194 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Senin berada di level Rp 14.220 per dolar AS.

Posisi itu melemah bila dibandingkan pada Jumat sebelumnya yang berada di level Rp 14.195 per dolar AS.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini