Tahun 2020, Jokowi Yakin Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Salah satu caranya dengan menggelontorkan belanja negara yang sebesar Rp 2.528,8 triliun pada 2020.

Suara.Com
Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi
Tahun 2020, Jokowi Yakin Kemiskinan dan Pengangguran Turun
Warga pemukiman kumuh di kolong Tol Pluit, Jakarta, Jumat (15/12).

Suara.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kemiskinan bakal kembali turun pada 2020. Bahkan, kemiskin ditargetkan bisa di bawah sembilan persen pada 2020.

Salah satu caranya dengan menggelontorkan belanja negara yang sebesar Rp 2.528,8 triliun pada 2020.

Untuk diketahui, penduduk miskin terus menurun dari 11,22 persen pada Maret 2015, menjadi 9,41 persen pada Maret 2019, terendah dalam sejarah NKRI.

"Kemiskinan diharapkan dapat terus diturunkan di kisaran 8,5 persen sampai 9,0 persen," kata Jokowi dalam Pidatonya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Selain kemiskinan, Jokowi juga meyakini tingkat pengangguran juga menurun. Hal ini bisa terdorong dari belanja negara yang besar sehingga bisa menghasilkan lapangan pekerjaan.

"Berbagai belanja tersebut diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2020, yakni penurunan pengangguran ke tingkat 4,8 persen sampai 5,1 persen," tutur dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, tingkat ketimpangan masyarakat juga akan turun di tahun depan dalam rentang 0,375 sampai 0,380.

"Pemerintah juga optimis pembangunan kualitas manusia dapat terus ditingkatkan dengan target IPM mencapai 72,51 pada tahun 2020," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini