Jangan Bangga Punya Decacorn dan Unicorn, Kenyataannya Begini

Meskipun Indonesia memiliki Decacorn dan Unicorn, tetapi daya saing digital ekonomi Indonesia masih kalah dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Jangan Bangga Punya Decacorn dan Unicorn, Kenyataannya Begini
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan semua pihak untuk tak terlena dengan pencapaian Indonesia. Teruma dari sisi daya saing ekonomi digital.

Menurutnya, meskipun Indonesia memiliki Decacorn dan Unicorn, tetapi daya saing digital ekonomi Indonesia masih kalah dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya.

"Dari sisi digital ekonomi, daya saing Indonesia meski sudah ada decacorn dan unicorn, tapi daya saing masih kalah dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, mereka punya daya saing lebih baik," kata dia dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019 di JCC Kawasan GBK Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Tak hanya ekonomi digital, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut, dari sisi pengetahuan Indonesia juga masih kalah peringkatnya dibanding negara Asia Tenggara lainnya.

"Dari sisi knowledge, kita 61, Filipina dan Singapura bisa single digit. Tekno, 59. Future source, 52. Ini bukan ranking yang bagus di mana tetangga bisa di atas 20 atau 30," tutur dia.

Maka dari itu, Sri Mulyani bilang untuk memperbaiki hal tersebut diperlukan perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM). Mulai dari pendidikan hingga kesehatan perlu dibenahi hingga mempunyai daya saing tinggi.

"Pendidikan, kesehatan, dan jaring pengaman sosial. Pendidikan adalah keseluruhan, dari PAUD sampai kerja. Termasuk jaminan kesehatan nasional. Jaring, fokus ke masyarakat yang paling rapuh, 20 persen terbawah yang dapat subsidi," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini