Pendapatan Petani di Kabupaten Bandung Meningkat karena Bantuan Irigasi

Jika Indeks Pertanaman naik, maka otomatis pendapatan petani meningkat.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Pendapatan Petani di Kabupaten Bandung Meningkat karena Bantuan Irigasi
Sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berpotensi mengalami kekeringan ekstrem pada dasarian II Juli 2019. (Dok : Kementan)

Suara.com - Faktor sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), dan ekonomi menjadi tantanga tersendiri di pedesaan. Sebagian besar dari mereka adalah petani dan buruh yang harus memenuhi kehidupan keluarga mereka.

Walau demikian, keterampilan buruh dan petani sangat minim. Desa Panenjoan Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, misalnya, dimana para petani dari kelompok tani UPJA Mekar Wangi hanya mampu menanam padi sekali setahun.

Lahan mereka adalah sawah tadah hujan dan tidak memiliki saluran irigasi, sehingga petani hanya mengandalkan air hujan. Hal ini menyebabkan tingkat kesejahteraan petani di Desa Panenjoan sangat rendah.

Namun setelah adanya bantuan pemerintah dari Ditjen PSP berupa pengembangan irigasi perpompaan , Poktan UPJA Mekar Wangi, saat ini mengalami kenaikan Indeks Pertanaman (IP). JIka awalnya suma  100, sekarang bertambah menjadi 200, bahkan 300. 

"Kita berharap, bantuan irigasi ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga petani bisa menanam dengan tenang, dengan hasil maksimal juga," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Sebelumnya, bantuan perpompaan poktan hanya bisa menanam 25 - 30 hektare dalam setahun sekali. Sekarang di lahan 50 hektare, bisa tertanami semuanya.

"Jika Indeks Pertanaman kelompok tani naik, maka otomatis pendapatan dan tingkat kesejahteraan anggota petani kami meningkat. Selain bisa membudidayakan tanaman padi, rencana yang akan datang, dengan ketersediaan air yang kontinyu, kelompok tani bisa melakukan sistem tanam 'mina padi'. Selain petani punya pendapatan dari padi, penghasilan mereka bisa bertambah dari hasil budi daya ikan," papar Sarwo.

Manfaat irigasi perpompaan bagi kelompok tani sangat besar. Hal ini bisa dirasakan dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Semua yang kami cita-citakan dalam dunia pertanian akan semakin cerah, karena penghasilan yang menjanjikan.

"Ke depan, akan ada program program lain yang lebih bermanfaat untuk kelompok tani," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini