Pemerintah Diminta Adopsi Cara Alibaba Kenalkan e-Commerce ke Pelosok

Banyak produk-produk di daerah pelosok yang layak untuk dipajang di e-commerce.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Pemerintah Diminta Adopsi Cara Alibaba Kenalkan e-Commerce ke Pelosok
Diskusi Ngobrol@Tempo bertajuk Kontribusi e-Commerce pada Pertumbuhan Ekonomi di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (19/9/2019). (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menyarankan agar pemerintah mengadopsi cara Alibaba untuk mengenalkan e-commerce ke pelosok Indonesia.

Pasalnya, banyak produk-produk di daerah pelosok yang layak untuk dipajang di e-commerce. Bhima menjelaskan, raksasa e-commerce asal China itu mengerahkan anak usahanya Taobao untuk mengenalkan e-commerce di pelosok negeri.

"Jadi Taobao kerja sama dengan pemerintah. Pemerintah tugasnya membiayai infrastruktur di desa terkecil mulai listrik hingga internet. Nah, tugas Alibaba dan Taobao mereka agregator menyerap produk lokal," kata Bhima dalam diskusi Ngobrol@Tempo bertajuk Kontribusi e-Commerce pada Pertumbuhan Ekonomi di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Menurut Bhima, konsep tersebut sangat bisa dilakukan di Indonesia. Dia melanjutkan, dengan dipasarkannya produk lokal, maka produk-produk yang ada di pelosok bisa dikenal luas oleh masyarakat.

Sehingga, akan membantu perekonomian di daerah pelosok jika produk-produk unik yang ada di pelosok dipasarkan melalui e-commerce.

"Ini bisa dilakukan di Indonesia. Kenapa kita engga mengadopsi," ucap Bhima.

Bhima menambahkan, dengan adanya konsep tersebut, maka pergerakan ekonomi tak terpusat di pulau Jawa. Tapi Ekonomi di daerah pelosok bisa menjadi berkembang.

"Masa engga bisa di Sulawesi atau Kalimantan. Mereka bisa jadi penghasil," pungkas dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini