Rabu, 12 Desember 2018

Kalah dari Persebaya, Pelatih PSIS Semarang Terpukau Suasana Stadion GBT

Gol tunggal Persebaya atas PSIS Semarang diciptakan pemain tengah Fandi Eko Utomo

Suara.Com
Bangun Santoso
Suporter Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat pertandingan terakhir Liga 1, Sabtu (8/12/2018). (Suara.com/Dimas Angga P)
Suporter Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat pertandingan terakhir Liga 1, Sabtu (8/12/2018). (Suara.com/Dimas Angga P)

Suara.com - Pasukan Persebaya Surabaya berhasil menutup musim Liga 1 dengan kemenangan. Anak-anak asuhan Djajang Nurjaman berhasil mengalahkan PSIS Semarangdengan skor tipis 1-0.

Dari awal pertandingan,Persebaya Surabayamenampilkan strategi menyerang. Sebaliknya, pertahanan PSIS Semarang cukup kuat, meskipun akhirnya Green Force (julukan Persebaya) memenangi laga terakhir.

Berlaga di depan 50.000 suporter, Persebaya menang atas PSIS Semarang melalui gol yang diciptakan pemain tengahFandi Eko Utomopada menit ke-56.

Meskipun sudah mencoba berbagai cara untuk mengejar ketertinggalan, PSIS Semarang tak mampu mengimbangi permainan Persebaya.

"Memang PSIS Semarang mengalami kesulitan, untuk membalas gol Persebaya," ujar Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, Sabtu (8/12/2018) sore, seusai pertandingan.

Meski menelan kekalahan di laga terakhir Liga 1, Jafri Sastra dan pemain PSIS Semarang terpukau dengan melihat suasana Stadion gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya saat pertandingan.

"Atmosfer yang luar biasa, Bonek cukup luar biasa. Smek juga bisa akrab dengan Bonek," ujar Jafri.

Jafri juga tak sungkan acungi jempol pada kapten tim Persebaya, Rendi Irwan, soal permainan pemain bernomor punggung 12.

"Rendi Irwan punya peran penting dalam Persebaya, dan menurut saya Rendi pemain terbaik Persebaya," ungkapnya.

Sementara, Pelatih Persebaya, Djajang Nurjaman, cukup bersyukur atas kemenangan timnya dipertandingan terakhir ini.

"Alhamdulillah, kami bisa menang dan meraih 50 poin, saya respek ke PSIS Semarang, karena memberikan perlawanan yang cukup alot," ujar pria yang akrab disapa Djanur ini.

Menurutnya, meski menang, pertandingan kali ini bukan performa terbaik Persebaya.

Ia juga berterima kasih pada para suporter fanatik Persebaya, Bonek dan Bonita.

"Bonek luar biasa, saya ucapkan terima kasih ke Bonek setinggi-tingginya, karena datangnya Bonek ke Stadion sampai penuh," tandasnya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini