Cerita Pjanic Soal Perlakuan Semena-mena AS Roma pada Totti dan De Rossi

Menurut Pjanic, perlakukan manajemen AS Roma pada Totti dan De Rossi terlalu jahat.

Suara.Com
Rauhanda Riyantama
Cerita Pjanic Soal Perlakuan Semena-mena AS Roma pada Totti dan De Rossi
Miralem Pjanic saat masih berseragam AS Roma. (FILIPPO MONTEFORTE / AFP)

Suara.com - Gelandang Juventus, Miralem Pjanic, baru-baru ini melontarkan pendapat terkait situasi yang menerpa mantan rekan setimnya saat masih berseragam AS Roma, Daniele de Rossi dan Francesco Totti. Menurutnya, perlakukan manajemen Serigala Ibukota pada dua sahabat lamanya itu terlalu jahat.

Seperti diketahui, De Rossi mendadak tak diperpanjang kontraknya usai membela panji AS Roma selama 18 tahun. Pengabdiannya selama hampir dua dekade seolah berakhir sia-sia pada 30 Juni 2019.

De Rossi pun dibuang bak pemain dari antah berantah. Padahal jelas, ia menghabiskan hampir seluruh kariernya di AS Roma, meski sadar tanpa gelar menjadi konsekuensinya.

Alih-alih pensiun usai meninggalkan AS Roma, De Rossi secara mengejutkan menerima pinangan klub raksasa Argentina, Boca Juniors. Pemain berusia 36 tahun itu diikat kontrak berdurasi satu tahun.

''Saya sendiri tidak dapat menjelaskan mengapa mereka memperlakukan De Rossi dan Totti seperti itu. Saya bicara kepada mereka berdua. Mereka saja benar-benar merasa kesulitan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,'' ungkap Pjanic, seperti dikutip dari Football Italia.

''Apa yang mereka lakukan kepada De Rossi masih jadi misteri. Jika kau melihat pemain-pemain terbaik meninggalkan Roma padahal mereka sudah membela klub ini selama bertahun-tahun, Anda mesti bertanya pada diri sendiri apa yang sebenarnya terjadi,'' imbuhnya.

Daniele De Rossi mendapat ucapan perpisahan dari Francesco Totti usai pertandingan kontra Parma pada 26 Mei 2019 [AFP]
Daniele De Rossi mendapat ucapan perpisahan dari Francesco Totti usai pertandingan kontra Parma pada 26 Mei 2019. [AFP]

Jelas, keputusan klub membuang De Rossi mendapat kecaman dari fans setia AS Roma. Demonstrasi digelar untuk menentang kebijakan tersebut, terlebih pada sang presiden, James Pallota.

Nasib serupa juga dialami Totti. Hanya saja Totti sempat mendapat jabatan di jajaran manajemen AS Roma sebagai Direktur Teknik pada 2017, sebelum akhirnya memutuskan mundur karena memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan James Pallota.

Totti mengaku jenuh dengan para petinggi Giallorossi karena tidak bekerja dengan hati. Bahkan, Totti merasa kesulitan bekerja secara maksimal lantaran kewenangannya dibatasi dan kerap tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting.

''Intinya, Totti ingin keluar dari situasi yang tak baik untuknya. Ia pikir klub tidak berjalan dengan baik,'' jelas Pjanic.

''Ia tidak puas dengan peran yang diberikan padanya, sementara ia yakin bisa memberikan yang terbaik. Yang saya tahu, klub ini menyakitinya,'' tandas gelandang yang pernah membela AS Roma selama lima musim (2011-2016) itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini