Harus Sering ke Singapura, Ini Kiat Titi Kamal Hindari Virus Zika

Dia harus sering menjenguk kakaknya yang tinggal di sana.

Suara.Com
Esti Utami
Harus Sering ke Singapura, Ini Kiat Titi Kamal Hindari Virus Zika
Pasangan Titi Kamal/Christian Sugiono. (suara.com/Yazir Farouk)

Suara.com - Pasangan selebriti Titi Kamal-Christian Sugiono mengaku tak khawatir berkunjung ke Singapura meski negara itu sedang diterpa krisis infeksi virus Zika.

Saat menjadi pembicara dalam travel fair "Singapura, Seru Bareng" di Mal Ciputra Kota Pekanbaru, Jumat (9/9/2016), keduanya berbagi kiat untuk mengantisipasi agar tidak terkena penyakit tersebut.

"Yang penting adalah kita selalu berhati-hati," kata Titi Kamal sembari menambahkan ia terakhir kali ke Singapura pada 4 Agustus lalu.

Pemeran film "Mendadak Dangdut" ini mengatakan dirinya tak takut berkunjung ke Singapura karena kakaknya sudah 10 tahun tinggal di sana.

"Gunakan pakaian lengan panjang di sana," saran Titi berbagi kiat.

Sementara Christian Sugiono menambahkan kiat lainnya untuk mencegah terkena zika adalah menggunakan obat antinyamuk yang dioleskan ke kulit, terutama ketika berada di luar ruangan.

"Jangan juga main ke kebun yang sekitarnya menjadi tempat berkembangnya nyamuk," tambahnya.

Sebelumnya, Singapura mengonfirmasi ada delapan kasus baru infeksi virus Zika hingga Rabu (7/9), menurut Kementerian Kesehatan (Depkes) dan Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura dalam pernyataan bersama.

Jumlah total infeksi Zika di Singapura menjadi 283 kasus, kata kementerian setempat di antara kasus baru yang telah dilaporkan, dua kasus terkait dengan "cluster" Aljunied Crescent/Sims Drive/ Kallang Way/ Paya Lebar Way, dan satu kasus terkait di Jalan Bishan kluster 12.

Ada potensi lokasi baru terinfeksi yang belum terlaporkan dan sebuah kasus baru lagi, menurut pernyataan bersama. Mereka (terduga terinfeksi) tinggal di daerah Elite Terrace. Empat kasus lainnya tidak diketahui sumbernya dan keberadaan lokasinya.

Depkes dan NEA mengatakan operasi pengendalian wilayah dan upaya penjangkauan sedang dilaksanakan. Pada Selasa (6/9/2016), total 150 habitat wilayah berkembang biak telah ditemukan dan dihancurkan di daerah "cluster", 99 di antaranya dari perumahan, dan 51 dari luar daerah. (Antara)

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini