Minggu, 17 Februari 2019

Ketua DPR Resmikan Studio Musik Bertaraf Internasional di Ambon

Kota yang dikenal dengan julukan Manise memang layak menjadi Kota Musik Dunia.

Suara.Com
Adhitya Himawan | Dian Rosmala
Ketua DPR Resmikan Studio Musik Bertaraf Internasional di Ambon
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mesemikan Studio Rekaman Musik Internasional di Universitas Pattimura, Ambon, Maluku. [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo resmikan Studio Rekaman Musik Internasional di Universitas Pattimura, dan Gedung Pertunjukan Musik Etnik di IAIN Ambon , Maluku, Sabtu (17/3/2018). Ia menilai, kota yang dikenal dengan julukan Manise memang layak menjadi Kota Musik Dunia.

"Ambon mempunyai pijakan sejarah yang kuat untuk dapat mewujudkan niatnya menjadi Kota Musik Dunia," kata Bambang.Bambang mengatakan, Kota Ambon atau Maluku pada umumnya, telah menghasilkan banyak penyanyi-penyanyi hebat Indonesia.

"Siapa tidak kenal Bob Tutupoli, Bruri Marantika, Grace Simon, Harvey Malaiholo, dan Ruth Sahanaya, serta penyanyi-penyanyi muda Ambon yang sudah menasional, bahkan internasional," ujar Bambang.

Politikus Partai Golkar yakin, dua perguruan tinggi yang menyediakan tempat untuk studio musik bertaraf internasional, mampu turut serta membantu Pemerintah Kota Ambon mewujudkan cita-cita Ambon City Of Music.

“Saya sangat bahagia sekali bisa meresmikan Studio Rekaman Musik berskala internasional di Universitas Pattimura dan Gedung Pertunjukan Musik Etnik di IAIN Ambon. Saya yakin kedua infrastruktur ini bisa mendukung untuk mewujudkan Kota Ambon sebagai Kota Music Dunia," ujar Bambang.

Dengan adanya studio musik yang berskala Internasional, Kota Ambon di harapkan terus menggali potensi-potensi yang dimiliki masyarakat Ambon sebagai musisi berbakat. Kreatifitas masyarakat dalam dunia musik mesti ditumbuhkan.

Menurut dia, dari segi sumber daya manusia, Kota Ambon punya modal yang kuat menuju kota musik dunia. Demikian pula, kultur daerah ini juga sangat kondusif.

“Bagi orang Ambon atau Maluku secara umum, menjadi penyanyi adalah sebuah kebanggaan yang dapat memperbaiki nasib dan kehidupan ekonomi," kata Bambang.

Ambon dicanangkan sebagai Kota Musik Dunia sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon sejak tahun 2011, namun belum terwujud.

Saat ini, pemerintah pusat melalui Badan Ekonomi Kreatif, akan segera mendaftarkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia secara resmi ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan diharapkan dapat terwujud pada tahun 2019 mendatang.

"Setelah didaftarkan, UNESCO akan meninjau langsung untuk menilai apakah Ambon layak atau tidak mendapatkan predikat Kota Musik Dunia," tutur Bambang.

Untuk mendukung langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah, Bambang meyakinkan DPR siap memberikan bantuan, baik dari segi legislasi, anggaran, maupun koordinasi dengan pihak terkait.

"Kita masih punya waktu satu setengah tahun membenahi berbagai infrastruktur maupun meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. DPR siap memberi dukungan," kata Bambang.

Bambang menilai seni musik sudah menjadi bagian dari darah daging masyarakat Ambon. Karenanya, menjadi tugas semua pihak untuk meningkatkan denyut nadi aktivitas masyarakat agar senantiasa kental dengan rasa musik.

"Tak hanya sekadar festivalisasi maupun gebyar acara, musik bagi masyarakat Ambon sudah menjadi bagian dari nafas kehidupan. Ini modal kekuatan yang luar biasa. Ditambah sinergitas dan dukungan berbagai pihak, saya yakin impian Ambon sebagai Kota Musik Dunia segera terwujud," kata Bambang.

Selain Bambang, hadir dalam acara peresmian tersebut anggota DPR RI asal Maluku Michael Wattimena, Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanudin, Direktur Ambon Music Office (AMO) Ronny Loppies, Deputi V Badan Ekonomi Kreatif Ari Julianto Gema, jajaran rektorat dan civitas akademika dari Universitas Pattimura dan IAIN Ambon serta para tokoh masyarakat.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini