Bakal Digelar, Festival Dangdut Berskala Nasional

Rencananya akan digelar Digoda Fest 2019 dengan tajuk "Indonesia Dangdut Festival 1.0." pada 6 Juli di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Suara.Com
Ferry Noviandi
Bakal Digelar, Festival Dangdut Berskala Nasional
Konfrensi pers acara Digoda Fest 2019 yang dihadiri sejumlah artis dangdut seperti Andi Soraya, Ridho Rhoma, Duo Anggrek dll. [Digoda Corp]

Suara.com - Tak bisa dipungkiri, dangdut kini menjadi musik yang begitu dicintai oleh masyarakat Indonesia. Tak lagi dipandang sebelah mata, para penyanyi dangdut pun telah mencatatkan prestasi membanggakan.

Hal itu bisa dilihat dari lagu "Syantik" yang dinyanyikan Siti Badriah. Lagu tersebut menjadi salah satu lagu terpopuler di 2018 dan telah ditonton lebih dari 477 juta kali di YouTube. Selain itu, lagu-lagu dangdut pun kini telah diputar di mana-mana. Tengok saja lagu "Meraih Bintang" yang dinyanyikan Via Vallen, lagu tersebut dipilih menjadi lagu resmi Asian Games 2018.

Meski musik dangdut begitu dicinta, namun faktanya jarang sekali muncul festival musik dangdut berskala besar. Kebanyakan, festival-festival musik yang digelar di Indonesia bergenre pop, rock atau EDM.

Bens Leo (Sumarni/Suara.com)
Bens Leo (Sumarni/Suara.com)

Melihat kondisi tersebut, Digoda Corp pun memiliki ide untuk membuat festival musik berskala besar, bahkan Nasional, dengan nama Dioga Fest 2019. Untuk acara perdana, Dioga Fest 2019 akan diberi judul "Indonesia Dangdut Festival 1.0."

“Dangdut adalah bagian dari sebuah budaya, cerminan masyarakat Indonesia yang guyub, riang dan bersahaja. Meskipun dangdut sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia, tapi sayang belum mendapatkan perhatian khusus, untuk tetap melestarikan dangdut sebagai budaya maupun industri yang mencermikan budaya Indonesia,” ujar Delisa P Tahir, Festival Director PT Digoda Karya Cipta Indonesia, selaku panitia, dalam konfrensi pers di Jakarta, baru-baru ini.

Digoda Fest pun mendapat dukungan dari mantan wartawan dan pengamat musik Bens Leo. Menurut lelaki 66 tahun itu, festival musik dangdut sangat layak untuk diselenggarakan. Karena menurutnya, para penyanyi dangdut saat ini sudah sangat diterima dan dihargai oleh masyarakat Indonesia.

"Pada 2003 Inul Daratista tampil dengan enam lagu di atas panggung dibayar Rp 60 juta. Sementara Armand bersama grup band GIGI serta 15 kru di belakang panggung dibayar Rp 80 juta untuk 12 lagu. Betapa apresiasi terhadap penyanyi dangdut begitu tinggi," ujar Bens Leo.

Menurut Bens Leo, Digoda Fest adalah momentum untuk mulai memposisikan dangdut lebih bermakna dan diterima dalam budaya Indonesia. Bahkan bisa jadi motor untuk berbagai acara atau momentum yang berhubungan dengan dangdut.

Musisi dangdut Rhoma Irama bersama Soneta beraksi saat tampil pada hari kedua Synchronize Fest 2018 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (6/10). [ANTARA FOTO/Zarqoni maksum]
Musisi dangdut Rhoma Irama bersama Soneta beraksi saat tampil pada hari kedua Synchronize Fest 2018 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (6/10). [ANTARA FOTO/Zarqoni maksum]

"Misalnya mengusung Hari Dangdut Nasional, museum dangdut, atau kota dangdut. Atau dengan tegas ada komitmen yang menyatakan dangdut sebagai musik nasional asli Indonesia yang sehingga layak di go international," tutur Bens Leo.

Rencananya, Digoda Fest 2019 digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 6 Juli 2019. Sejumlah musisi dangdut lintas generasi akan memeriahkan acara tersebut seperti: Rhoma Irama, Ayu Soraya, Siti Badriah, Zaskia Gotik, Fitri Karlina, Ayu Soraya, Ridho Roma, Trio Macan, Rita Sugiarto, Bunga Rampai (Delia Paramitha, Novy Ayla, Rini Andriyani, dan Eva Queen), Mila Rosa dll.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini