Interview: Cerita Anisa Rahma Hapus Keraguan saat Jalani Taaruf

Anisa Rahma cerita soal keraguan yang sempat melanda sebelum dipinang Anandito Dwis.

Suara.Com
Fajarina Nurin | Ismail
Interview: Cerita Anisa Rahma Hapus Keraguan saat Jalani Taaruf
Anisa Rahma dan suaminya, Anandito Dwis, di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018). [Ismail/Suara.com]

Suara.com - Artis sekaligus penyanyi Anisa Rahma sempat ragu saat menjalani taaruf dengan lelaki yang saat ini telah menjadi suaminya, Anandito Dwis.

Keraguan mantan personel girlband Cherrybell itu muncul karena ketidak tahuannya soal sosok Anandito Dwis. Namun, hal itu berangsur hilang setelah perempuan 28 tahun tersebut membaca biodata lengkap sang calon suami.

Anisa Rahma dan suaminya, Anandito Dwis, di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018). [Ismail/Suara.com]
Anisa Rahma dan suaminya, Anandito Dwis, di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018). [Ismail/Suara.com]

Anisa Rahma akhirnya mau menerima lamaran Anandito Dwis setelah beberapa kali meminta dan berdoa kepada Tuhan soal proses taaruf yang dilakukannya.

Berikut wawancara Suara.com terhadap Anisa Rahma soal suka duka melewati proses taaruf hingga dia resmi menikah dengan Anandito Dwis.

Apa sih enak menikah dengan proses taaruf?
Proses taaruf itu menjaga kehormatan kita sebagai seorang perempuan. Tanpa pacaran, kita bisa mengenal satu sama lain melalui tukeran biodata. Malah lebih enak menjalani taaruf karena kita baru mulai pacaran setelah resmi menikah.

Hampir satu tahun menikah seperti apa rasanya bersama dengan suami kamu saat ini?
Sampai sekarang kita merasa baru banget kenal satu sama lain, terus benar-benar dengan cara yang berkah kita bisa menjemput pernikahan yang berkah juga.

Pada saat kamu nikah melalui proses taaruf, sempat merasa seperti membeli kucing dalam karung nggak?
Sebenarnya proses taaruf itu bukan kenal langsung menikah. Banyak prosesnya. Mulai kita punya perantara kayak ustaz atau guru-guru terdekat kita atau orang yang ahli.

Proses apa saja yang kamu lalui sebelum kamu menikah?
Prosesnya selain melalui perantara, kita juga tukeran biodata. Dari situ kita bisa mengenal siapa orang yang ingin kita ajak menikah. Dari situ juga kita biasanya sudah bisa tahu karakternya. Kalau sudah tidak merasa cocok bisa langsung berhenti saat itu juga. Tapi jangan lupa selain kita berikhtiar, kita juga harus berdoa, salat, istikharah, jadi kita melibatkan Allah. Jadi setelah berusaha kita pasrah juga sama Allah.

Kamu sendiri sempat ragu saat pertama kali membaca biodata atau bertemu dengan laki-laki yang jadi calon suami kamu?
Kalau ragu-ragu itu wajar. Awal-awal itu ada. Kita nggak kenal terus menikah itu kan pasti ada tanda tanya. Tapi dari keraguan itu kita bisa langsung tanya ke teman-teman dekatnya.

Setelah menikah ada perubahan yang drastis nggak?
Karena saya sekarang sudah berdua jadi apa-apa wajib bicarakan ke suami, berunding dulu, nggak bisa kita harus memutuskan sendiri. Setelah menikah keluar aku harus izin suami, ada batasan-batasan kegiatan apa yang kita lakuin, jangan sampai kita di luar rumah jadi melalaikan tugas kita sebagai seorang istri.

Suami kamu sendiri membatasi kamu dalam beraktifitas nggak?
Suami aku orangnya ngerti banget kok. Kadang dia kasih masukan 'ini bagus kok buat kamu, ini nggak. Yang nggak sudah pasti dibilang jangan'.

Kalau untuk keseharian kamu ada yang berubah nggak?
Kalau dulu kan mungkin bangun kapan saja bisa, nggak ada yang aku pikirin. Tapi kalau sekarang karena hidupnya sudah berdua, aku kadang harus bangun lebih pagi siapin sarapan. Kita juga saling mengingatkan dalam segala hal, terutama untuk beribadah.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini