Tanggapi Surat Pablo Benua, Barbie Kumalasari : Emosinya Nggak Stabil

Barbie Kumalasari merasa emosi Pablo Benua tak stabil sejak jadi tahanan Polda Metro Jaya.

Suara.Com
Fajarina Nurin | Ismail
Tanggapi Surat Pablo Benua, Barbie Kumalasari : Emosinya Nggak Stabil
Barbie Kumalasari bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (11/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Barbie Kumalasari mengaku kaget dengan surat tulisan tangan yang ditulis Pablo Benua. Pasalnya, ia dituduh menjadi dalang dari pembuatan video Ikan Asin yang berujung penjara.

Dalam surat yang beredar di Instagram itu, suami Rey Utami tersebut menyebut Barbie Kumalasari sengaja ingin merusak hubungan Galih Ginanjar dengan mantan istrinya, Fairuz A. Rafiq.

"Agak kaget juga, kok jadi begini. Kok jadi membleber ke mana-mana. Padahal, awalnya nggak ada masalah," kata Barbie Kumalasari saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Barbie Kumalasari usai menjalani 12 jam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Rabu (17/7/2019). [Yuliani/Suara.com]
Barbie Kumalasari usai menjalani 12 jam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Rabu (17/7/2019). [Yuliani/Suara.com]

Tak tinggal diam, Barbie Kumalasari pun langsung menemui kuasa hukum Pablo Benua, Farhat Abbas. Pemain sinetron Bidadari itu pun menganggap Pablo Benua hanya merasa tertekan sejak ditahan.

"Aku sudah diskusi sama Farhat, kuasa hukum dia. Mungkin posisinya karena mungkin merasa tersudut ya, semenjak dipanggil saksi-saksi," jelas Barbie Kumalasari.

"Karena kan komunikasi itu kan di HP aku ada. Itu disita pihak kepolisian. Bang Indra bicara berdasarkan fakta, tapi yang namanya orang di dalam sana, emosinya nggak stabil," sambungnya lagi.

Tak muluk-muluk, Barbie Kumalasari pun berharap pertemuannya dengan Farhat Abbas bisa menyelesaikan cekcok yang terjadi antara dirinya dan Pablo Benua.

Barbie Kumalasari bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (11/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Barbie Kumalasari bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (11/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

"Mungkin dari pihak sana merasa tersudut. Kok aku yang dibelain banyak. Sebagi saksi di kepolisian kita harus bicara fakta, dan HP aku kan sampai saat ini masih disita. Itu hak masing-masing untuk bicara fakta," pungkas Barbie Kumalasari.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini