Amankah Penderita Epilepsi Menyetir Kendaraan Pribadi?

Di beberapa negara, ada aturan bekendara bagi penderita epilepsi agar tidak membahayakan nyawanya dan pengguna jalan lainnya.

Suara.Com
Esti Utami | Firsta Nodia
Amankah Penderita Epilepsi Menyetir Kendaraan Pribadi?
Ilustrasi mengemudi. (shutterstock)

Penderita epilepsi kerap mengalami kejang secara tiba-tiba. Hal ini tentu membahayakan nyawa mereka ketika sedang mengemudikan kendaraan.

Gejala kekambuhan epilepsi tidak hanya berupa kejang seluruh badan, bahkan pasien dapat kehilangan kesadaran disertai kekakuan, kontraksi tak terkontrol, hilangnya kemampuan sensorik di bagian tertentu, dan perubahan emosi. Di beberapa negara, ada aturan bekendara bagi penderita epilepsi agar tidak membahayakan nyawanya dan pengguna jalan lainnya.

Lalu apakah penderita epilepsi tak boleh berkendara? Menurut Dirut Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr Lily S Sulistyowati, pengidap epilepsi sebenarnya sah-sah saja mengemudi kendaraan pribadinya.

"Epilepsi bukan sesuatu hal yang menakutkan. Dia tetap bisa menyetir sendiri asal memenuhi persyaratan tertentu," ujar Lily pada temu media di Jakarta, Jumat (23/10/2015).

Persyaratan yang dimaksud dr Lily antara lain jika penderita epilepsi mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter secara teratur. Seperti diketahui, pasien epilepsi harus mengonsultasikan kondisinya secara berkala kepada dokter.

"Penderita epilepsi biasanya harus menemui dokter secara berkala. Kalau di-maintain dengan baik, insyaAllah tidak akan kambuh dan tidak membahayakan dirinya saat menyetir," imbuhnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini