Mengandung Asbes, Produk Kosmetik Claire's Ditarik dari Pasaran

Asbes pada kosmetik dapat mengakibatkan penyakit saluran pernapasan.

Suara.Com
Ririn Indriani | Risna Halidi
Mengandung Asbes, Produk Kosmetik Claire's Ditarik dari Pasaran

Suara.com - Beberapa produk kosmetik yang dijual di toko pernak-pernik--Claire's, ditemukan positif mengandung asbes.

Claire's merupakan toko yang dikenal menjual asesoris dan kosmetik di Amerika Serikat dan menargetkan remaja putri sebagai pelanggannya.

Kandungan asbes pada kosmetik dipercaya dapat mengakibatkan kondisi Asbestosis, atau penyakit saluran pernapasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana nantinya akan terbentuk jaringan parut yang luas di paru-paru.

Peritel yang berbasis di Florida tersebut pertama kali mengumumkan akan melakukan penarikan beberapa produk kosmetiknya sehari sebelum Natal kemarin.

Dilansir dari Time, kejadian itu terbongkar setelah seorang ibu dari Rhode Island merasa khawatir dengan kandungan pada make up glitter yang dibeli untuk anak perempuannya dan mengirimkan sampel make up glitter tersebut untuk dilakukan pengujian secara independen.

Ketika diuji, produk Claire's positif mengandung asbes tremolite, yang dikaitkan dengan mesothelioma dan jenis kanker lainnya.

Ibu dari Rhode Island (dan atasannya) yang diketahui bekerja pada sebuah perusahaan firma hukum yang mengkhususkan diri dalam proses pengadilan asbes, kembali menguji produk kosmetik Claire's yang diambil dari sembilan negara bagian yang berbeda di Amerika Serikat. Hasilnya terbukti positif mengandung asbes tremolite.

Sorotan yang luar biasa akhirnya memaksa Claire's untuk melakukan penyelidikan mendalam dan menarik beberapa produk dari rak mereks.

Pada satu kesempatan, perusahaan memberikan daftar lengkap produk yang berpotensi mengandung asbes termasuk berbagai rangkaian makeup glitter, eye shadow dan lips gloss.

Claire's mengatakan bersedia melakukan pengembalian uang untuk produk-produk yang telah dibeli oleh konsumen sebagai bagian dari tanggungjawab sambil tetap menjalankan proses penyelidikan untuk keamanan.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini