Bakteri di Dalam Susu Picu Penyakit Rematik

Rematik menyerang pergelangan tangan, kaki dan lutut.

Suara.Com
Yazir Farouk | Risna Halidi
Bakteri di Dalam Susu Picu Penyakit Rematik
Ilustrasi susu segar. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit yang dapat menyebabkan radang, rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Penyakit ini terjadi akibat gangguan autoimun dan menyerang bagian tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut.

Sebuah penelitian mengatakan, rematik dapat dipicu oleh bakteri yang ada dalam susu terutama bagi orang-orang yang berisiko secara genetik.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, ada hubungan antara rematik dan bakteri mycobacterium avium subspecies paratuberculosis yang juga dikenal sebagai MAP.

Bakteri tersebut, kata peneliti, bisa masuk ke tubuh manusia lewat konsumsi susu yang terinfeksi, daging sapi, dan pupuk dari kotoran sapi.

"Kami tidak tahu penyebab rematik, jadi kami senang karena kami telah menemukan hubungan antara keduanya," kata salah satu peneliti, Shazia Beg dari University of Central Florida (UCF) di Amerika Serikat.

Penelitian ini melibatkan 100 pasien yang secara sukarela mengajukan sampel klinis untuk diuji coba.

Hasilnya, hampir 80 persen pasien dengan rematik memiliki mutasi gen PTPN2 / 22, dan 40 persen dari jumlah tersebut terbukti positif terhadap MAP.

"Kami percaya bahwa individu yang lahir dengan mutasi genetik ini dan yang kemudian terpapar MAP dengan mengonsumsi susu atau daging yang terkontaminasi memiliki risiko lebih tinggi terkena rheumatoid arthritis (rematik)," kata Saleh Naser, spesialis penyakit menular di UCF.

Dengan memahami adanya peran bakteri MAP dalam rematik, peneliti semakin yakin jika penyakit tersebut bisa diobati lebih efektif di kemudian hari. [Zeenews]

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini