Empat Masalah Kewanitaan yang Kerap Dialami Perempuan

Perempuan harus tahu bagaimana menjaga organ kewanitaannya agar terhindar dari risiko penyakit.

Suara.Com
Ririn Indriani | Firsta Nodia
Empat Masalah Kewanitaan yang Kerap Dialami Perempuan
Ilustrasi kesehatan organ kewanitaan.

Suara.com - Perempuan memiliki tantangan dalam menjaga organ kewanitaannya. Jika tak dijaga dengan baik bukan tidak mungkin kaum hawa akan rentan terkena infeksi jamur, virus hingga bakteri.

Marketing and Innovation Regional Mundipharma Adi Prabowo mengatakan berdasarkan survei, ada empat masalah kewanitaan yang kerap mendera kaum hawa, antara lain bau tidak sedap, infeksi, vagina kering, hingga gatal.

"Survei Nielsen menyebutkan 40 persen membersihkan area kewanitaan dengan sabun mandi serta 3 dari 4 wanita mengalami masalah kewanitaan seperti gatal, bau tak sedap dan keputihan," ujar Adi pada peluncuran Betadine Feminine Wash dan Wipes di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Dalam kesempatan yang sama, dr. Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia menambahkan, empat masalah kewanitaan itu timbul, karena ketidakseimbangan pH akibat jumlah bakteri baik yang menurun. Akibatnya vagina rentan terhadap infeksi bakteri, virus hingga jamur.

"Umumnya disebabkan oleh bakteri. Tapi infeksi jamur juga cukup sering menyerang organ kewanitaan perempuan di Indonesia," tambah dia.

Untuk membedakan infeksi vagina yang disebabkan jamur, bakeri dan virus, Mery membeberkan gejalanya. Infeksi bakteri pada vagina umumnya ditandai dengan aroma amis yang dominan. Biasanya disertai dengan nyeri saat berhubungan seks.

Sementara infeksi jamur ditandai dengan kondisi keputihan yang berwarna putih susu serta kental. Gejala dominan lainnya adalah rasa gatal yang teramat sangat.

Sedangkan infeksi trikomonas biasa ditandai dengan keputihan berwarna sedikit kemerahan meski 70 persen tidak bergejala.

"Normalnya memang mengeluarkan lendir tapi normalnya tidak berbau, tidak gatal, dan tidak encer dan tidak kental. Lendir adalah area pertahanan kewanitaan. Dikatakan normal juga kalau tidak ada infeksi. Begitu ganti celana dalam baunya tidak berasa. Tidak ada keputihan," tandas dia.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini