6 Penyakit Ini Mengintai Pengungsi Gempa Lombok

6 Penyakit ini rentan mengintai korban bencana alam, termasuk pengungsi gempa Lombok. Apa saja?

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
6 Penyakit Ini Mengintai Pengungsi Gempa Lombok
Pengungsi gempa Lombok rentan mengalami penyakit infeksi. (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Pengungsi gempa lombok yang tinggal di kamp pengungsian wajib mewaspadai munculnya penyakit yang rentan menyerang korban bencana alam.

Tercemarnya akses air bersih, penyimpanan makanan yang tak higienis, serta padatnya penduduk di kamp pengungsian membut risiko penyakit mengintai para pengungsi gempa Lombok.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut setidaknya ada 6 penyakit yang mengintai para pengungsi korban bencana alam, termasuk pengungsi gempa Lombok. Apa saja?

1. Diare

Tercemarnya sumber air bersih rentan membuat pengungsi gempa lombok mengalami diare. Penyakit ini bisa ditularkan oleh bakteri dan virus yang hidup di air, antara lain norovirus, Salmonella, dan V. cholerae.

Gejala utama diare adalah sakit perut, buang air terus menerus, yang biasanya diikuti demam. Dalam tahap lanjut, penyakit diare juga bisa mematikan karena pasien mengalami dehidrasi akut dan kekurangan nutrisi.

2. Hepatitis

Hepatitis A dan E rentan menyerang pengungsi gempa lombok yang sumber airnya tercemar kotoran manusia. Penyakit hepatitis biasanya membuat tubuh menguning, yang diiringi dengan mual muntah, demam, dan juga perasaan lemas.

Dengan penanganan tepat, penyakit hepatitis tidak akan menghilangkan nyawa. Hanya saja, ibu hamil dan anak-anak patut berhati-hati karena bisa mengalami komplikasi lanjutan.

3. Leptospirosis

Leptospirosis atau yang biasa disebut penyakit kencing tikus adalah salah satu penyakit lainnya yang mengintai pengungsi gempa Lombok.

Kencing tikus yang mencemari sumber air bersih bisa menginfeksi manusia hanya dengan kontak atau terpapar di makanan. Penyakit ini rentan menimbulkan korban jiwa pada anak-anak dan lansia yang daya tahan tubuhnya lebih rendah.

Sejumlah warga beristirahat dekat rumahnya yang roboh pascagempa di Dusun Labuan Pandan, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Kondisi pengungsi gempa Lombok di Dusun Labuan Pandan, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

4. Meningitis

Bakteri Neisseria meningitidis bisa menyerang orang-orang dalam jumlah banyak yang berkumpul di satu tempat, seperti pengungsi gempa Lombok.

Demam, lemas, nyeri kepala, hingga perasaan lesu mengintai orang yang terinfeksi penyakit ini. Penyakit ini bisa mematikan jika bakteri meningitis menjalar ke bagian lain tubuh seperti paru-paru, otak, dan darah.

5. ISPA

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada pengungsi gempa Lombok. Penyakit ini berbahaya terutama jika menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

Berkumpulnya banyak orang di tempat yang sempit, rendahnya asupan nutrisi, dan paparan asap dari memasak yang dilakukan dengan api adalah faktor risiko ISPA yang harus diperhatikan.

6. Malaria dan DBD

Penyakit bersumber nyamuk seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD) juga rentan menyerang pengungsi gempa Lombok. Hal ini dikarenakan kurang terawatnya tempat penampungan air bersih yang bisa jadi tempat nyamuk bertelur.

Malaria dan DBD bisa jadi mematikan di kamp pengungsian, mengingat terbatasnya obat, sarana dan fasilitas kesehatan, serta tenaga kesehatan yang bisa merawat pasien.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini