Studi Ungkap Fakta Daging Olahan Bisa Berisiko Kanker Payudara

Mengonsumsi produk daging olahan seperti bacon dan sosis secara reguler, disinyalir terkait dengan meningkatnya risiko terkena penyakit kanker payudara.

Suara.Com
Dythia Novianty | Risna Halidi
Studi Ungkap Fakta Daging Olahan Bisa Berisiko Kanker Payudara
Ilustrasi daging olahan. [Shutterstock]

Suara.com - Mengonsumsi produk daging olahan seperti bacon dan sosis secara reguler, disinyalir terkait dengan meningkatnya risiko terkena penyakit kanker payudara. Hal tersebut diutarakan peneliti dari Harvard TH Chan School of Public Health, Dr Maryam Farvid.

Produk daging olahan adalah daging yang dimodifikasi agar bisa tahan lama dan diolah agar lebih kaya rasa. Produk daging olahan biasanya dimasak dengan cara dipanggang, diasapi atau sekadar diberi tambahan garam dan pengawet.

Produk daging olahan biasanya berbentuk bacon, sosis, hot dog, salami, corned beef, dendeng dan ham.

Pada penelitian yang dilakukan Farvid dikatakan, perempuan yang secara reguler mengonsumsi daging olahan memiliki risiko terkena kanker payudara, 9 persen lebih tinggi.

Penelitian ini tentu saja mendukung klaim WHO yang mengatakan, produk daging olahan dapat menyebabkan kanker.

Ada beberapa teori berbeda mengapa daging olahan dianggap mampu meningkatkan risiko terkena kanker. Salah satunya adalah kandungan garam yang bereaksi dengan protein sehingga dapat menghasilkan zat karsinogenik, si penyebab penyakit kanker.

Dr Maryam Farvid, sebagai pemimpin penelitian mengatakan bahwa dirinya merekomendasikan pengurangan konsumsi berlebih dan bukan melarang mentah-mentah konsumsi daging olahan.

Badan kesehatan Inggris, NHS, juga merekomendasikan agar masyarakat tidak mengonsumsi daging olahan atau daging merah lebih dari 70 gram sehari karena adanya fakta-fakta tersebut. [BBC]

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini