Rabu, 12 Desember 2018

Sedang Diteliti, Cara Bunuh Parasit Malaria Sebelum Jadi Penyakit

Ilmuwan saat ini sedang meneliti cara untuk membunuh parasit malaria sebelum berkembang menjadi penyakit.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Ilmuwan teliti obat untuk bunuh parasit malaria di liver. (Shutterstock)
Ilmuwan teliti obat untuk bunuh parasit malaria di liver. (Shutterstock)

Suara.com - Malaria masih menjadi penyakit yang mengancam nyawa orang-orang di daerah tropis seperti Indonesia. Nah, ilmuwan saat ini sedang meneliti cara untuk memberantas malaria, dengan membunuh parasit malariasebelum berkembang menjadi penyakit.

Elizabeth Winzeler, pakar farmakologi dan penemuan obat dai University of California, San Diego School of Medicine, mengatakan saat ini, penanganan malaria masih berfokus kepada pemberian obat untuk menyembuhkan penyakit malaria yang menyerang tubuh.

"Akan sangat sulit untuk melakukannya. Tapi membunuhparasit malaria saat masih berada di liver dan belum menyebabkan penyakit menjadi salah satu cara yang dinilai efektif untuk memberantas malaria," ujar Winzeler, dikutip dari Channel News Asia.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Science tersebut, ilmuwan membedah ratusan ribu nyamuk untuk mengeluarkan parasit malaria dari dalam tubuh mereka.

Setiap parasit lalu diisolasi dalam tabung dan dipaparkan dengan lebih dari 500.000 bahan kimia. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa ada beberapa molekul yang memiliki efek baik membunuh parasit malaria.

Setelah penelitian lebih lanjut selama 6 tahun, ditemukan 631 molekul yang nantinya akan dikembangkan menjadi kandidat vaksin malaria. Vaksin malaria inilah yang diharapkan dapat mencegah seseorang mengalami malaria, dengan membunuh parasit malaria saat masuk ke dalam tubuh.

Larry Slutsker, dari Malaria and Neglected Tropical Diseases Program, mengatakan akan sangat baii jika ada obat atau vaksin yang bisa membunuh parasit malaria dalam tubuh seseorang, dan efeknya bertahan 3 sampai 6 bulan.

"Tapi sayangnya, obat tersebut belum tersedia. Karena itu, yang bisa kita lakukan saat ini adalah memastikan penggunaan obat yang bijak dan sesuai dosis, untuk menghindari adanya malaria resisten pengobatan," tutupnya.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini