Rabu, 16 Januari 2019

Cara Menyikat Gigi Salah, Penyakit Gigi dan Mulut Rentan Menyerang

Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut masih tergolong sangat kurang.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Cara Menyikat Gigi Salah, Penyakit Gigi dan Mulut Rentan Menyerang
Salah cara menyikat gigi, penyakit gigi dan mulut rentan datang. (Shutterstock)

Suara.com - Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut masih tergolong sangat kurang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, penduduk Indonesia yang memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut rata-rata mencapai angka 57,6 persen, dengan hanya 10,2 persen saja yang mendapat pelayanan dari tenaga medis gigi.

Menurut dokter gigi dari Rumah Sakit Siloam Buton, drg. Rian Hermawan, untuk mencegah masalah gigi dan mulut, masyarakat harus mengetahui cara menyikat gigi dengan benar.

Yang sering luput dilakukan adalah minimal harus menyikat gigi dua kali sehari pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dan menggunakan pasta gigi menganrung flouride.

Selain itu menyikat gigi yang ideal umumnya berdurasi 2-3 menit dan bila perlu menggunakan benang gigi dan obat kumur.

"Pencegahan lain adalah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat, kurangi konsumsi minum kopi, merokok dan makanan manis, serta yang penting adalah rajin memeriksakan gigi setiap 6 bulan sekali ke dokter," ujar dia dalam rilis resmi yang diterima Suara.com, Senin (10/12/2018).

Disampaikan drg. Rian, di Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat 60-70 persen masyarakat yang bermasalah dengan gigi dan mulut, sayangnya hal itu tidak diimbangi dengan perilaku masyarakatnya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Hasil Riskesdas 2018 juga menyebutkan bahwa baru 8.8 persen masyarakat Sulawesi Tenggara yang telah menyikat gigi dengan benar baik dari segi teknik maupun frekuensi penyikatan.

“Riskedas ini survei setiap lima tahun dan angka itu berdasarkan data Juni hingga Agustus. Hasilnya ditemukan bahwa masalah gigi dan mulut yang paling banyak adalah gigi berlubang dan karang gigi,”

Ia melanjutkan, Siloam Hospitals Buton sebagai salah satu rumah sakit bertaraf Intrernasional, kali ini menghadirkan layanan perawatan gigi dan mulut dasar sejak pertengahan Oktober lalu seperti, penambalan gigi berlubang, pembersihan karang gigi, pemasangan gigi palsu serta perawatan saluran akar gigi.

"Alat-alat yang ada di Siloam termasuk yang sudah bagus dari sisi teknologi," tambah dia.

Bagi Anda pemegang kartu BPJS Kesehatan yang ingin melakukan perawatan gigi juga akan dilayani di RS Siloam Buton cukup dengan mengantongi surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Sementara untuk layanan gigi di rumah sakit ini dilakukan setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 08.00-16.00 WITA kecuali Minggu dan tanggal merah," tandas dia.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini