Ibu Hamil Dilarang Makan Durian, Mitos atau Fakta?

Hingga saat ini beberapa mitos seputar bahaya ibu hamil makan durian telah beredar di masyarakat

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Vessy Dwirika Frizona
Ibu Hamil Dilarang Makan Durian, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi makan durian (Shutterstock)

Suara.com - Bagi penggemar durian, khususnya ibu hamil sering kali harus menahan selera untuk tidak makan buah yang katanya paling enak sedunia. Sebab, di balik rasanya yang legit dan manis, katanya durian dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan sehingga berbahaya bagi ibu hamil. Benarkah, atau hanya mitos?

Hingga saat ini beberapa mitos seputar bahaya ibu hamil makan durian telah beredar di masyarakat, seperti:

Janin akan kepanasan (Mtos)

Banyak orang percaya bahwa durian akan membuat tubuh kepanasan sehingga jika ibu hamil mengonsumsinya, janin pun akan kepanasan. Mitos ini awalnya menyebar dari kepercayaan kuno bangsa Tionghoa yang dibawa ke Asia Tenggara. Namun, belum ada bukti ilmiah atau contoh kasus terjadinya komplikasi janin kepanasan yang telah diketahui.

Kadar kolesterol yang tinggi {Mitos}

Durian sering sekali disebut-sebut sebagai buah dengan kadar kolesterol tinggi, sehingga berbahaya bagi siapa pun, apalagi ibu hamil. Nyatanya, mitos ini salah besar. Durian tidak mengandung kolesterol sama sekali. Malah, durian mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh.

Faktanya, mengutip dari rilis Hellosehat, Senin (7/1/2019), menurut Dr. Gordon Lim, seorang ahli kandungan dan Dr. Patrick Chia, ahli perinatologi, ibu hamil boleh saja makan durian asal porsinya tidak berlebihan. Sebab, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan dampak negatif durian bagi ibu hamil. Namun, bukan berarti ibu hamil bisa menikmati durian sepuasnya.

Jika tidak dikonsumsi secara berlebihan, durian justru menyimpan segudang manfaat bagi ibu hamil. Durian kaya akan kalium yang dibutuhkan ibu hamil untuk menyeimbangkan tekanan darah dan kadar cairan dalam tubuh. Kalium juga bisa membantu membantu mengurangi pembengkakan yang sering terjadi saat hamil. Durian juga mengandung organo-sulfur dan triptofan yang dapat membantu melawan infeksi bakteri dan jamur.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mengonsumsi durian terlalu banyak pada saat hamil menimbulkan beberapa risiko, di antaranya :

Meningkatkan gula darah (Fakta)

Meskipun rasanya tidak terlalu manis, durian memiliki kadar gula yang sangat tinggi. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Obstetrics and Gynaecology, mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi akan meningkatkan risiko bayi lahir terlalu besar dan berat, bahkan bisa mengakibatkan obesitas pada bayi semasa kanak-kanaknya. Ibu hamil yang memiliki diabetes gestasional (diabetes selama masa kehamilan) atau riwayat diabetes dalam keluarga juga dianjurkan untuk menghindari buah ini.

Kelebihan berat badan atau obesitas (Fakta)

Tak hanya gula, kalori dan karbohidrat yang terkandung dalam durian sangat tinggi. Dalam satu butir daging buah durian terkandung kalori sejumlah 54 hingga 60. Maka, terlalu banyak mengonsumsi buah durian bisa membuat ibu hamil kelebihan kalori. Hal ini bisa memicu diabetes gestasional, preeklamsia, kelahiran prematur, dan infeksi saluran kemih. Pada beberapa kasus, kelebihan berat badan juga berisiko mengganggu kerja bius epidural saat proses bersalin.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini