Bahaya Penyakit Kardiovaskular, Hindari dengan Lakukan Hal Ini Rutin

Benarkah diet dan olahraga yang seimbang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati
Bahaya Penyakit Kardiovaskular, Hindari dengan Lakukan Hal Ini Rutin
Ilustrasi diet dan olahrga hindari penyakit kardiovaskular. (Shutterstock)

Suara.com - Diet dan olahraga adalah dua kata penting untuk kesehatan yang baik, tapi tentu saja pelaksanaannya bisa lebih rumit, tetapi sebuah penelitian baru mengingatkan kita akan pentingnya kedua elemen tersebut.

Di mana, orang dengan diet yang sehat dan tepat, tapi jika tidak berolahraga, mereka tetap berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular bahkan, memiliki risiko yang sama dengan orang yang kelebihan berat badan.

Penelitian ini menggunakan data dari survei pemeriksaan kesehatan dan gizi nasional yang berfokus pada orang berusia 40 hingga 79 tahun. Para peneliti membagi data menjadi dua kategori, yakni membandingkan orang dengan indeks massa tubuh sehat dan orang yang memiliki BMI kelebihan berat badan. Mereka kemudian menilai risiko kardiovaskular kedua kelompok tersebut.

Secara khusus, mereka berfokus pada orang-orang yang memiliki BMI sehat, tetapi yang memiliki karakteristik yang yang lebih mungkin memiliki risiko kardiovaskular, yakni diameter perut sagital yang tidak sehat, sesak napas setelah aktivitas, dan jarang berolahraga. Peneliti juga menyesuaikan data dengan faktor-faktor lain, yakni usia, ras, dan jenis kelamin.

Setelah menghitung angka-angkanya, mereka menemukan bahwa bahkan orang-orang dengan BMI yang sehat, tetapi tidak aktif atau jarang berolahraga, menunjukkan risiko yang hampir sama untuk penyakit kardiovaskular seperti orang-orang dengan BMI yang kelebihan berat badan.

Bahkan mereka juga menemukan bahwa orang yang duduk untuk waktu yang lama, yang baru-baru ini dikaitkan dengan hasil yang tidak sehat telah menurunkan risiko kardiovaskular jika mereka juga aktif secara fisik.

Dengan kata lain, rajin olahraga berkorelasi dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah bahkan di antara orang-orang yang banyak duduk. Dan secara umum, kurang olahraga dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi bahkan di antara orang sehat.

Melalui temuan ini, peneliti berpendapat bahwa fokus hanya pada BMI untuk tubuh yang sehat mungkin tidaklah cukup. Orang-orang mungkin bisa mencapai berat badan yang sesuai untuk ukuran mereka, tetapi jika mereka tidak berolahraga, studi menunjukkan, mereka mungkin memiliki risiko yang sama dengan orang yang kelebihan berat badan dalam hal penyakit kardiovaskular.

Jadi diet dan olahraga sama penting untuk dilakukan menghindari penyakit kardiovaskular.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini