Selama 2 Minggu, Wanita Ini Tidur dengan Bayinya yang Telah Meninggal

Ia merasa sangat damai ketika bisa tidur di bawah satu atap dengan bayinya.

Suara.Com
Vika Widiastuti
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Kehilangan seseorang adalah hal yang menyakitkan. Seperti yang dirasakan oleh seorang ibu berusia 44 tahun ini. Dia bahkan telah menghabiskan waktu dua minggu tidur bersama bayi perempuannya yang telah meninggal.

Wanita bernama Lisa Fletcher tersebut melahirkan Lillie Grace pada usia 37 minggu pada Oktober 2015, setelah para dokter memberi tahu ibu empat anak itu bahwa Lillie telah meninggal di dalam rahim.

Wanita asal Killamarsh, Derbyshire, Inggris ini mengatakan, "Saya merasa sangat bangga karena saya masih bisa menjadi seorang ibu dan saya bisa memeluk serta menciumnya dan menghabiskan waktu bersamanya," katanya dilansir HiMedik dari The Sun. 

"Saya menggendong bayi saya dan dia adalah bagian dari keluarga saya dan saya ingin memperlakukannya seperti anak-anak saya yang lain. Orang tua dalam posisi ini tidak perlu takut atas apa yang dipikirkan orang lain. Cinta adalah cinta," lanjutnya.

Lisa memiliki tiga anak yang lebih tua tetapi Lillie Grace adalah anak pertamanya bersama Nik.

Ilustrasi bayi meninggal. (Unsplash/Janko Ferli)
Ilustrasi bayi meninggal. (Unsplash/Janko Ferli)

Tragedi ini terjadi hanya beberapa hari sebelum melahirkan dan ia harus menghadapi rasa hancur saat mengetahui putrinya sudah meninggal.

Segera setelah operasi selesai, para dokter memberikan putrinya kepada Nik untuk memeluknya. "Dia terlihat seperti malaikat yang tertidur dan benar-benar sempurna. Bahkan dokter mengatakan dia sangat cantik. Para staf juga memperlakukannya seperti bayi yang lain," tutur Lisa.

Mereka menghabiskan dua malam di rumah sakit sebelum kembali ke rumah untuk memperkenalkan Lillie Grace kepada kakak-kakaknya dan teman-teman serta keluarga lainnya.

Begitu tiba di rumah, ia pun tidur dengan bayinya yang berada di keranjang tidur tepat di sampingnya.

Lisa berkata, "Satu hal yang ingin saya lakukan adalah membawanya pulang dan meletakkannya di sebelah tempat tidur saya di tempat tidurnya sendiri yang kami belikan untuknya."

"Saya memperkenalkannya kepada kakek-nenek dan teman-teman terbaik saya. Mereka semua mengatakan betapa sempurna penampilannya. Sangat menyedihkan menjelaskan kepada mereka apa yang telah terjadi," ujarnya.

"Kami mampu membawanya ke keluarga kami dan menunjukkan kepadanya rumahnya," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa dirinya merasa sangat damai ketika bisa tidur di bawah satu atap dengan bayinya selama dua minggu.

Pada hari sebelum pemakamannya, mereka memasukkan sebuah surat perpisahan ke dalam peti matinya. Pasangan itu selalu mengunjungi makamnya empat kali seminggu.

HiMedik.com/Yuliana Sere

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini