Traveling Ternyata Bisa Buat Jadwal Menstruasi Berantakan, Ini Alasannya

Kok bisa ya? Simak ulasannya.

Suara.Com
Vika Widiastuti
Traveling Ternyata Bisa Buat Jadwal Menstruasi Berantakan, Ini Alasannya
Ilustrasi liburan, piknik, traveling, jalan-jalan. (Shutterstock)

Suara.com - Jalan-jalan atau traveling biasanya dilakukan seseorang untuk menghilangkan rasa bosan terhadap aktivitas sehari-hari. Namun, traveling ternyata punya pengaruh terhadap siklus menstruasi , lo. Menurut para pakar,  traveling bisa membuat  jadwal datang bulan bisa berantakan.

Alasannya yang pertama, traveling enggak cuma menyenangkan, tetapi terkadang juga bikin stres . Kalau lagi apes, kita bisa saja ketinggalan pesawat, kehilangan barang, tersesat di tempat tak dikenal, rencana kacau, dan sebagainya.

Hal-hal seperti itu bisa menambah tingkat stres kita dan membuat hormon terhambat. "Jalan-jalan bisa mengubah kebiasaan menstruasi karena melibatkan stres juga bagi banyak wanita," kata ginekolog Alyssa Dweck, dikutip HiMedik dari Insider, Jumat (25/1/2019).

Kedua, berpindah zona waktu dan kurang tidur mengubah ritme sirkadianmu. Ritme sirkadian adalah jam internal tubuhmu. Jam tubuh ini memengaruhi kebiasaan tidur, pelepasan hormon, kebiasaan makan, dan fungsi tubuh lainnya.

Ritme sirkadianmu beraksi terhadap cahaya dan kegelapan sehingga ketika kamu berpindah zona waktu, tubuhmu akan secara aktif mencoba untuk mencari cara kembali ke jadwal normalnya. Hal ini lantas berdampak pada siklus menstruasimu.

ilustrasi haid - (Unsplash/rawpixel)
ilustrasi haid - (Unsplash/rawpixel)

"Kurang tidur, bahkan hanya berpindah ke satu atau dua zona waktu, bisa benar-benar mengacaukan ritme sirkadianmu," ujar Donnica Moore, pembawa acara 'In The Ladies' Room'. "Dan ritme sirkadianmu juga memengaruhi kadar hormon internalmu."

Selanjutnya, perubahan kebiasaan juga bisa menunda menstruasi. Ketika kamu berlibur, kamu biasanya akan mencoba banyak makanan baru, berada di luar lebih lama, tidur lebih lama, atau tidak rajin olahraga. Saat itulah siklus menstruasimu bertanya-tanya, 'Apa yang terjadi di luar sana?'.

"Selama traveling, perubahan terjadi pada kebiasaan umum, misalnya diet, tidur, hidrasi, atau olahraga. Semua itu punya dampak pada menstruasi," jelas Dweck.

Terakhir, sakit akibat perubahan kebiasaan menyebabkan perubahan pada siklus mentruasi pula.

Pada beberapa orang, tubuh tidak bisa melawan kuman di pesawat yang berasal dari batuk atau bersin. Hal ini pun membuat mereka jatuh sakit.

Moore mengatakan, selama tubuhmu berusaha keras melawan penyakit, siklus menstruasimu pun akan terganggu.

(HiMedik.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini