Dear Ladies, Ini Manfaat Punya Payudara Kecil dari Sisi Kesehatan

Anda yang memiliki payudara kecil jangan berkecil hati dulu, pakar menyebut ada manfaatnya dari sisi kesehatan.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Punya payudara kecil, ini manfaatnya bagi kesehatan. (Shutterstock)
Punya payudara kecil, ini manfaatnya bagi kesehatan. (Shutterstock)

Suara.com - Dear Ladies, Ini Manfaat Punya Payudara Kecil dari Sisi Kesehatan

Bagi sebagian kaum hawa, memiliki payudara yang besar adalah impian karena dapat membuat percaya diri meningkat. Namun bagi Anda yang memiliki payudara kecil jangan berkecil hati dulu.

Menurut Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional, Prof DR. dr Soehartati Gondhowiardjo, Sp.Rad (K) Onk.Rad, payudara perempuan Indonesia yang tidak terlalu besar justru memudahkan kaum hawa untuk mendeteksi adanya benjolan kecil yang bisa mengarah pada kanker payudara.

"Benjolan kecil di bawah 2 cm bisa teraba. Beda dengan payudara perempuan di negara lain yang cenderung besar, susah untuk meraba adanya benjolan," ujar dr Soehartati pada temu media di Gedung Kemenkes Jakarta, Kamis (30/1/2019).

Perempuan yang akrab disapa Prof Tati ini mengatakan menemukan benjolan di payudara pada stadium dini ini, tambah Prof Soehartati dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Sementara pada payudara berukuran besar cenderung lebih sulit dideteksi adanya tumor hanya dengan merabanya.

"Sadari (periksa payudara sendiri) itu bisa efektif tapi kalau payudara besar agak sulit memang. Sebaiknya untuk mendeteksinya bisa USG kalau usianya masih muda. Untuk yang berusia 35 tahun ke atas bisa melakukan mamografi," tambah dia.

Menurut Prof Tati kesadaran kaum hawa untuk mendeteksi adanya keanehan pada payudaranya masih rendah. Akibatnya ketika benjolan sudah berubah menjadi tumor ganas, sebagian besar pasien kanker payudara baru mengonsultasikan kondisinya ke dokter. Peluang kesembuhan saat terdeteksi stadium lanjut pun menjadi rendah.

"Sadari itu sangat efektif. Semakin lanjut pasien diobati, kemungkinan keberhasilan pengobatan sangat rendah. Pembiayaan pun semakin besar tersedot karena 70 persen pasien datang dengan stadium lanjut," tandas dia.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini