Ilmuwan Israel Klaim Temukan Pengobatan Kanker dalam Waktu Cepat

Optimis, pengobatan kanker ini diprediksi akan rampung 2020.

Suara.Com
Vania Rossa | Firsta Nodia
Ilmuwan Israel Klaim Temukan Pengobatan Kanker dalam Waktu Cepat
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Menjelang Hari Kanker yang jatuh pada 4 Februari mendatang, tim peneliti dari Israel mengklaim menemukan harapan baru bagi penyembuhan kanker. Seperti diketahui, kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia setelah penyakit jantung.

Pengobatan kanker yang diprediksi akan rampung 2020 mendatang ini dikembangkan oleh Accelerated Evolution Biotechnologies di bawah kepemimpinan CEO Dr. Ilan Morad.

"Kami yakin mampu menawarkan obat yang lengkap untuk kanker dalam waktu setahun mendatang," ujar Dan Aridor, ketua dewan perusahaan.

Dr. Morad mengklaim bahwa penyembuhan kanker lewat temuannya ini efektif sejak hari pertama dan hanya berlangsung selama beberapa minggu, serta tidak memiliki efek samping atau setidaknya minimal dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada kebanyakan perawatan lain yang sudah ada.

"Perawatan yang disebut MuTaTo atau multi target toksin ini akan menggunakan kombinasi peptida penargetan kanker dan racun yang secara spesifik akan membunuh sel-sel kanker," ujar dr Morad seperti dilansir dari laman News.

Pengobatan ini, tambah dr. Morad, pada akhirnya akan dipersonalisasi berdasarkan jenis kanker yang diderita pasien. Kedengarannya terlalu meyakinkan untuk menjadi kenyataan, mengingat diperkirakan 18,1 juta kasus kanker baru didiagnosis di seluruh dunia setiap tahunnya.

Dr. Morad mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan percobaan pada tikus untuk eksplorasi tahap pertama dan menemukan bahwa obat ini efektif menghambat pertumbuhan sel kanker serta tidak berpengaruh sama sekali pada sel-sel tikus yang sehat.

"Sekarang kami akan memulai uji klinis yang dapat diselesaikan dalam beberapa tahun sampai pengobatan bisa tersedia untuk kasus kanker tertentu," tandasnya.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini