Cegah DBD, Menkes Ingatkan Pentingnya Kuras Bak Air di Sekolah

Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta agar sekolah rutin menguras bak air yang ada di toilet.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Cegah terinfeksi demam berdarah, jangan lupa rutin kuras bak air. (Shutterstock)
Cegah terinfeksi demam berdarah, jangan lupa rutin kuras bak air. (Shutterstock)

Suara.com - Cegah DBD, Menkes Ingatkan Pentingnya Kuras Bak Air di Sekolah

Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta agar sekolah rutin menguras bak air yang ada di toilet. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang sedang marak belakangan ini.

Dilansir Antara, Menkes Nila menyebut menguras bak air merupakan salah satu cara mencegah timbulnya jentik nyamuk Aedes aegypti yang menularkan DBD. Melihat data pasien DBD yang sebagian besar anak-anak, maka pencegahan di sekolah harus dimaksimalkan.

"Kita lihat data banyak anak-anak yang terkena. Ini di sekolah masih banyak gunakan bak air, ini sering sekali seperti hari ini Jumat, besok tidak sekolah, itu baknya berisi air tergenang, air besih, jentik nyamuk itu akan ada di sana," kata Menkes Nila.

Oleh karena itu penting menurutnya untuk mengosongkan air yang ada di kamar mandi sekolah menjelang hari libur agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penular demam berdarah.

Menkes Nila menekankan pengendalian dan pencegahan penyakit demam berdarah melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan menurunkan populasi nyamuk.

Dengan begitu, lanjut Menkes Nila, diharapkan tidak ada manusia yang digigit nyamuk dan tertular virus demam berdarah.

Menkes Nila juga meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah agar tidak ada sarang nyamuk.

Menkes Nila memberikan perhatian pada tanaman-tanaman yang bisa menyimpan air di sela-sela dahannya apabila terguyur air hujan, seperti tanaman pisang kipas.

Selain itu juga memerhatikan tanaman yang ditaruh di vas dengan berisi air agar tidak terdapat jentik-jentik nyamuk.

Data terbaru kasus DBD di seluruh Indonesia per tanggal 1 Februari 2019 sudah mencapai 15.132 orang. Dari kasus tersebut terdapat kematian akibat kasus DBD sebanyak 145 jiwa. [ANTARA]

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini