Minggu, 17 Februari 2019

Kenali Modus Eksploitasi Seksual Anak Secara Online

Eksploitasi seksual tidak melulu karena ekonomi, bisa karena terpapar media, faktor kesenangan, dan adiktif.

Suara.Com
Vania Rossa | Vessy Dwirika Frizona
Kenali Modus Eksploitasi Seksual Anak Secara Online
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Suara.com - Maraknya kasus prostitusi online di Indonesia yang menjerat perempuan serta eksploitasi seksual anak saat ini sudah sangat memprihatinkan. Seakan menjadi fenomena gunung es, kasus tersebut memang tidak terlihat namun banyak terjadi di tengah masyarakat.

Prostitusi merupakan salah satu bentuk eksploitasi dan kekerasan berbasis gender (KBG). Untuk menghapuskan fenomena prostitusi online sampai ke akarnya, dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, serta aparat penegak hukum.

Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Dermawan, mengatakan bahwa generasi milenial harus tahu tentang eksploitasi seksual yang kini dilakukan secara online.

“Yaitu memanfaatkan anak untuk melalukan aktivitas seksual (baik secara langsung atau tidak langsung) dengan menggunakan teknologi. Jadi eksploitasi tidak melulu karena ekonomi. Bisa karena terpapar media, faktor kesenangan, dan akditif. Oleh karena itu pengawasan orang tua harus lebih ekstra,” ungkap Dermawan dalam acara Media Talk KPPP.

Lebih lanjut ia memaparkan tentang modus-modus eksploitasi seksual anak secara online yang harus dikenali orangtua.

Child Sexual Abuse Material (CSAM)
CSAM atau materi yang mengandung muatan kekerasan seksual terhadap anak. Setiap perwujudan melalui sarana apapun, seorang anak terlibat dalam situasi nyata atau disimulasikan secara eksplisit melakukan aktifitas seksual atau perwujudan lain dari organ seks anak, utamanya untuk tujuan seksual.

“Biasanya dilakukan oleh komunitas model yang ingin merekrut anak, tetapi ujung-ujungnya melakukan eksploitasi seksual,” jelasnya.

Grooming Online Untuk Tujuan Seksual
Sebuah proses untuk menjalin atau membangun sebuah hubungan dengan seorang anak melalui penggunaan internet atau teknologi digital lain dengan maksud untuk memancing, memanipulasi, atau menghasut anak agar anak bersedia melakukan kegiatan seksual. Contohnya, melalui bujuk rayu.

Sexting
Proses seorang anak secara intens mengirimkan pesan seksual secara eksplisit atau gambar yang menunjukkan sisi seksualitas dari dirinya. Gambar atau video yang dikirimkan ini bisa berupa tampilan semi telanjang, erotis, atau aktivitas seksual dan biasanya dibagikan kepada pacar atau teman dekat.

Sextortion (pemerasan seksual)
Sextortion berarti pemerasan seksual, adalah proses dimana seseorang dipaksa untuk memberikan imbalan seks, uang dan barang berharga lain atau memproduksi materi seksual.

Siaran Langsung Kekerasan Seksual Terhadap Anak
Siaran langsung kekerasan seksual terhadap anak terjadi ketika seorang anak dipaksa untuk tampil di depan kamera atau webcam untuk melakukan aktivitas seksual atau menjadi subjek dari kekerasan seksual.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini