Sabun Cair atau Sabun Batangan? Ini Plus Minus yang Wajib Anda Perhatikan

Ketika ke sabun batangan, ada faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma
Sabun Cair atau Sabun Batangan? Ini Plus Minus yang Wajib Anda Perhatikan
Ilustrasi sabun. (Shutterstock)

Suara.com - Sabun Cair atau Sabun Batangan ? Ini Plus Minus yang Wajib Anda Perhatikan.

Baik itu sabun cair ataupun sabun batangan pasti Anda pernah mencoba keduanya. Namun jika dilihat lebih jauh soal mana yang lebih baik, minim resiko kontaminasi bakteri dan sebagainya, tampaknya Anda bisa pertimbangkan pemilihan tipe sabun mandi Anda.

Ketika datang ke sabun batangan, ada faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan.

Ilustrasi Mandi dengan shower atau keran air [shutterstock]
Ilustrasi Mandi [shutterstock]

''Sabun batangan memang mengandung bakteri di permukaannya, jadi ada potensi risiko kontaminasi sendiri atau berpotensi menularkan bakteri ke orang lain jika sabun batangan dibagikan,'' kata ahli dermatologi, Jessica Weiser kepada InStyle.

''Sabun batangan lembap dan hangat. Karenanya lebih berpotensi untuk pertumbuhan bakteri dan jamur di permukaannya.''

Selain itu, Jessica menyebutkan bahwa sabun batangan secara historis lebih kering karena mengandung natrium hidroksida.

''Namun, dengan munculnya lebih banyak deterjen sintetis, sabun batang ini lebih melembabkan daripada sebelumnya,'' tambahnya.

Lalu bagaimana dengan sabun cair? Sabun cair ternyata juga perlu perhatian khusus, apa itu? [Dewiku / Yasinta Rahmawati]

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini