Sabtu, 16 Februari 2019

Menkes: Beban Biaya BPJS Akibat Kanker Capai Rp 2,7 Triliun

Kanker membebani biaya BPJS Kesehatan kedua terbanyak setelah penyakit jantung

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia
Menkes: Beban Biaya BPJS Akibat Kanker Capai Rp 2,7 Triliun
Menkes Nila dalam peringatan Hari Kanker Sedunia di Kementerian Kesehatan, Senin (4/2/2019).

Suara.com - Menkes : Beban Biaya BPJS Akibat Kanker Capai Rp 2,7 Triliun

Kanker merupakan penyakit yang membebani biaya BPJS Kesehatan kedua terbanyak setelah penyakit jantung. Beban biaya yang ditimbulkan oleh penyakit kanker pada 2018 lalu menurut BPJS Kesehatan mencapai Rp 2,7 Triliun.

"Betapa besar kerugian dari kanker. Di mana penyakit kanker membebani BPJS Kesehatan nomor dua tertinggi, diikuti penyakit katastropik lain," ujar Menkes Nila dalam peringatan Hari Kanker Sedunia di Kementerian Kesehatan, Senin (4/2/2019).

Menkes Nila menambahkan, beban biaya ini sebenarnya bisa dikurangi jika masyarakat melakukan serangkaian upaya pencegahan. Pasalnya beberapa jenis kanker terkait dengan pola hidup seperti merokok dan konsumsi makanan bersifat karsinogenik.

"Variasi kanker begitu banyak, setiap sel dalam organ bisa berubah jadi kanker. Tapi kabar baiknya sekitar 43 persen kanker sebenarnya dapat dicegah. Mulai dengan pola hidup sehat, hindari merokok," imbuh Menkes.

Selain pencegahan, Menkes Nila juga menyoroti pentingnya deteksi dini. Menurut dia, beberapa jenis kanker sebenarnya memiliki peluang hidup yang tinggi jika kita mengetahuinya lebih dini.

Untuk kanker payudara misalnya, bisa dideteksi dini lewat pemeriksaan payudara sendiri atau sadari, begitu juga dengan kanker serviks yang bisa dideteksi lewat tes IVA maupun papsmear.

"Pada usia tertentu perempuan harus rutin melakukan IVA test. Skrining kita perlukan agar kita bisa temukan kanker serviks saat dini. Untuk pemeriksaan payudara bisa lewat mamografi. Dan ini bisa dilakukan di fasilitas layanan primer atau puskesmas," imbuh dia.

Menurut Menkes Nila, upaya penurunan kasus kanker membutuhkan komitmen semua lapisan masyarakat. Setiap masyarakat bisa menjadi agent of change untuk saling mengingatkan yang lain agar berperilaku hidup sehat.

"Kita memerlukan kerjasama baik dari pihak Kemenkes, KPKN, dan pemerhati kesehatan atau LSM. Berikan pemahaman pada masyarakar agar mau berperilaku hidup sehat untuk mencegah dari berbagai penyakit termasuk kanker. Selain biayanya mahal, kanker juga menjadi beban untuk anggota keluarga lainnya," tandas dia. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini