Kenapa Tergores Kertas Bisa Sangat Menyakitkan?

Sains mengungkap alasan kenapa paper cut alias tergores kertas bisa sangat menyakitkan.

Suara.Com
Vania Rossa | Firsta Nodia
Kenapa Tergores Kertas Bisa Sangat Menyakitkan?
Ilustrasi tergores kertas. (Shutterstock)

Suara.com - Pernahkah Anda tergores kertas di ujung jari dan menyebabkan luka bahkan hingga berdarah? Inilah yang dinamakan paper cut. Rasanya bahkan amat perih. Padahal, kalau dipikir lagi, kertas bukanlah benda tajam yang berpotensi bahaya.

Dilansir dari laman Foxnews, Hayley Goldbach, ahli kulit di UCLA mengatakan bahwa ujung jari memang dirancang untuk merasakan sensasi sentuhan dengan banyaknya ujung saraf di bagian tersebut, sehingga wajar jika muncul rasa sakit yang teramat meski hanya tergores kertas.

"Jadi masuk akal ketika kita punya banyak ujung saraf di sana, maka rasa sakit akan mudah kita rasakan ketika tergores benda asing," ujar Goldbach.

Hal ini pula yang memicu para ibu atau chef di dapur merasakan sakit yang teramat sangat ketika menyentuh panci panas secara tak sengaja. Ujung jari juga disebut-sebut memiliki reseptor rasa sakit atau nociceptors paling banyak dibandingkan bagian tubuh lain.

"Semakin cepat dan semakin kuat sinyal yang dikirim ke otak, maka semakin cepat dan semakin kuat respon sakit yang dirasakan," tambah dia.

Selain peran anatomi dari ujung jari sendiri, fisik kertas juga berpengaruh memicu rasa sakit ketika tergores ke kulit. Kertas sendiri dibuat dari partikel bubur kertas yang ujungnya terlihat seperti potongan bergerigi. Itu sebabnya ujung kertas tampak tajam.

Nah, biasanya ketika tergores ke kulit di ujung jari, kertas akan menciptakan luka dangkal yang dapat mematikan nociceptors atau reseptor rasa sakit sehingga luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Jadi sudah tahu kan kenapa tergores kertas saja bisa bikin ujung jari jadi perih dan berdarah?

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini