Ini Gejala yang Sering Dikeluhkan Pasien Kanker Darah

Diketahui, Ani Yudhoyono mengalami sakit kanker darah.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Ini Gejala yang Sering Dikeluhkan Pasien Kanker Darah
Ani Yudhoyono sakit kanker darah, kenali gejalanya. (Shutterstock)

Suara.com - Ini Gejala yang Sering Dikeluhkan Pasien Kanker Darah

Ani Yudhoyono, istri mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sudah sepekan dirawat di rumah sakit di Singapura. Diketahui, Ani Yudhoyono mengalami sakit kanker darah.

Hal ini dipastikan oleh pesan rekaman video SBY dari Singapura. Meski demikian belum diketahui pasti jenis kanker darah yang dialami Ibu Ani Yudhoyono.

Dalam temu media beberapa waktu lalu, dokter spesialis hematologi onkologi medik dari RS Kanker Dharmais, Hilman Tadjoedin, mengatakan, peningkatan jumlah sel darah putih yang cukup tinggi memang dikaitkan dengan diagnosis kanker darah CML atau Chronic Myleoid Leukemia (CML).

Sayangnya gejala kanker darah Chronic Myleoid Leukemia (CML) atau juga disebut Leukemia Granulositik Kronis tidak khas, hal ini menyebabkan banyak dokter salah mendiagnosis penyakit ini.

"Banyak yang salah diagnosis, kalau peningkatan sel darah putih bisa mengarah ke infeksi biasa atau TBC," ujar dr Hilman.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, banyak pasien datang dengan keluhan perut terasa begah dan demam, atau seperti masuk angin, sehingga hanya dianggap penyakit biasa.

"Tapi setelah di ambil darahnya, jumlah sel darah putihnya besar sekali," imbuhnya.

Untuk menegakkan diagnosis yang tepat, Hilman melanjutkan pasien harus menjalani pemeriksaan lainnya yaitu pemeriksaan darah tepi, yakni darah yang menuju ke jantung.

"Setelah itu harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil sumsum tulang belakang dan pemeriksaan molekular," tambahnya.

Ani Yudhoyono sakit. (@aniyudhoyono)
Ani Yudhoyono sakit kanker darah. (@aniyudhoyono)

Penyakit ini, lanjut dia memang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Penelitian menunjukkan bahwa adanya gen BCR-ABL dalam tubuh yang bertanggung jawab memicu produksi sel darah putih menjadi lebih banyak.

"Kalau kita berpegang pada sejarah, pada saat perang dunia kedua, pasien CML di Jepang diteliti dari mana asal gen tersebut dalam tubuh mereka. Ternyata, mereka sama-sama berasal dari lingkungan yang tak jauh dari lokasi jatuhnya bom atom," lanjut dia.

Namun saat ini, meski tak menjadi penyebab pasti, Hilman menjelaskan bahwa paparan polusi, rokok dan bahan-bahan kimi bisa meningkatkan risiko adanya gen BCR-ABL ini.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini