Dokter: Bahaya Virus HPV Tak Sekadar Sebabkan Kanker Serviks

Virus HPV tak hanya sebabkan kanker serviks, tapi juga penyakit lain. Apa saja?

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Dokter: Bahaya Virus HPV Tak Sekadar Sebabkan Kanker Serviks
VIrus HPV tak hanya sebabkan kanker serviks. (Shutterstock)

Suara.com - Dokter: Bahaya Virus HPV Tak Sekadar Sebabkan Kanker Serviks

Virus HPV atau Human Papilloma Virus selama ini dikaitkan dengan risiko mengidap kanker serviks. Padahal menurut Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K), selaku Ketua HOGI (Himpunan Ginekologi Onkologi Indonesia) virus ini juga bisa memicu berbagai kanker lain termasuk kanker penis, anus, orofaring dan sebagainya.

Kanker serviks sendiri, kata Prof Andri disebabkan oleh infeksi HPV tipe onkogenik, utamanya oleh tipe 16 dan 18. Selain kanker serviks, HPV tipe onkogenik inilah yang menjadi penyebab kanker lainnya.

"Di Amerika, kanker orofaring akibat rokok menurun, tapi kanker orofaring akibat HPV meningkat. Bahkan telah ditemukan juga HPV pada kanker payudara, paru, dan kolorektal,” ujar Prof. Andri dalam temu media, baru-baru ini.

Gawatnya lagi, virus HPV juga telah ditemukan beredar dalam darah. Tinggal menunggu waktu saja di organ mana HPV menyerang hingga menyebabkan kanker.

“Tinggal tunggu saja kapan kanker muncul. Virus tidak bisa dihilangkan, hanya bisa diusahakan dengan meningkatkan daya tahan tubuh untuk membasmi virusnya,” imbuhnya.

Yang terpenting kata Prof Andri adalah melindungi diri dari infeksi HPV sedini mungkin. Pencegahan primer bisa dilakukan dengan vaksinasi.

Ilustrasi vaksin HPV. (Sumber: Shutterstock)
Vaksin HPV bermanfaat untuk cegah kanker serviks. (Sumber: Shutterstock)

Jakarta telah memulai proyek percontohan vaksinasi HPV untuk siswi kelas 5 SD dan sederajat beberapa waktu lalu. Prof Andri pun berharap program vaksinasi HPV bisa jadi program nasional.

“Kita harapkan segera menjadi program nasional,” tegas Prof. Andri.

Vaksinasi dianggap sebagai pencegahan primer karena telah terbukti menurunkan insiden kanker serviks. Prof Andri mencontohkan program vaksinasi HPV di Australia berhasil menurunkan insiden kanker hingga 40 persen.

“Akhirnya mereka berganti ke vaksin, dan insiden kanker serviks turun 40 persen. Australia mencanangkan 2030 bebas kanker serviks karena mereka telah memulai program vaksinasi HPV nasional sejak 2007," tandas dia.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini