Ajarkan Anak Tentang Otonomi Tubuh Sejak Dini, Begini Caranya

Bagaimana ajarkan anak tentang otonomi tubuh?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati
Ajarkan Anak Tentang Otonomi Tubuh Sejak Dini, Begini Caranya
Ilustrasi ajarkan anak tentang otonomi tubuh sejak dini. (Shutterstock)

Suara.com - Ajarkan Anak Tentang Otonomi Tubuh Sejak Dini, Begini Caranya.

Pembicaraan kesadaran dan otonomi tubuh adalah percakapan paling awal yang dapat dilakukan orang tua dengan anak-anak untuk mendukung kesehatan dan keselamatan mereka.

Pendidik seks, Melissa Carnagey mengatakan, hal ini dapat membuat anak memahami persetujuan dan menghindari perilaku seksual yang salah.

Untuk menginformasikan diskusi awal ini, HuffPost berbicara dengan Carnagey dan pendidik seks Lydia M. Bowers tentang cara terbaik untuk mengeksplorasi topik bagian pribadi dan otonomi tubuh dengan anak-anak.

Berikut ini adalah panduan dan tips yang didukung para ahli untuk diingat oleh orang tua dan pengasuh.

1. Gunakan bahasa yang tepat untuk menjelaskan bagian tubuh pribadi

"Bagian tubuh adalah bagian tubuh adalah bagian tubuh. Mengucapkan "penis", "testis", "vulva" dan "vagina" bukanlah kata-kata yang buruk. Orang tua harus merasa nyaman menggunakan istilah-istilah ini.

"Tanpa ragu, orang tua akan menggunakan istilah yang akurat untuk bagian tubuh seperti siku, lutut dan hidung, sehingga bagian seperti penis, vulva, vagina dan anus juga tidak boleh berbeda," kata Carnagey.

Ada beberapa alasan mengapa anak-anak harus mempelajari istilah yang tepat untuk bagian pribadi dibandingkan nama-nama panggilan. Salah satunya adalah memiliki bahasa dan konteks yang tepat dapat membantu anak-anak berkomunikasi dengan jelas tentang tubuh mereka. Ini penting ketika mereka memberi tahu dokter atau pengasuh di mana sesuatu sakit atau gatal.

"Ketika kita menghindari mengatakan kata-kata tersebut, kita secara tak sadar menanamkan rasa malu, sehingga bagian tersebut seakan menjadi sesuatu yang harus dihindari," ungkapnya.

Bowers menambahkan bahwa menggunakan istilah yang benar berguna dalam mengajar anak-anak cara menjaga tubuh mereka agar tetap bersih dan sehat.

2. Hindari bahasa yang lucu

Meskipun tergoda untuk menggunakan bahasa-bahasa lucu ketika berbicara dengan anak-anak kecil tentang tubuh mereka, ketahuilah ini dapat menyebabkan masalah.

“Satu masalah adalah ada begitu banyak istilah alternatif dan banyak dari mereka memiliki arti lain. Ini bisa berisiko menyebabkan anak disalahpahami oleh orang lain, terutama jika mereka telah mengalami sentuhan yang tidak aman ke bagian tubuh mereka dan perlu melaporkannya," kata Carnagey.

3. Kenalkan otonomi tubuh dalam situasi sehari-hari

"Menciptakan budaya di rumah. di mana batas-batas tubuh setiap orang dihormati adalah langkah penting," kata Carnagey.

Orang tua dapat melakukan ini dengan tidak memaksa anak-anak mereka untuk berbagi kasih sayang dengan orang lain dan dengan kebiasaan meminta sentuhan, misalnya, dengan mengatakan "Bolehkah aku memelukmu?" daripada "Beri aku pelukan."

Orang tua dan pengasuh juga dapat mengenalkan otonomi tubuh dalam situasi sehari-hari seperti waktu makan.

"Ketika seorang anak mengatakan bahwa mereka sudah kenyang atau selesai makan, hindari perebutan kekuasaan dengan tidak memaksa mereka untuk makan satu suap lagi atau menghabiskan makanan mereka. Hormati apa yang dikatakan tubuh mereka kepada mereka," kata Carnagey.

Atau orang tua busa bertanya kepada anak saat mengganti popok. "Bolehkah aku mengganti popokmu?". Jika mereka menjawab "tidak", orang tua memiliki dua opsi. Katakan, membiarkannya dalam popok kotor memiliki bahaya kesehatan dan keselamatan.

"Sebaliknya, berbicara dengan mereka. "Saatnya mengganti popok. Tubuu melakukan tugasnya untuk mengeluarkan kotoran, dan sekarang aku akan melepas popok kotor. Dengan cara ini orang tua menunjukkan kepada mereka bahwa tubuh mereka layak dihargai, bahwa orang tua secara sengaja menginformasikan prosesnya.

4. Melalui buku atau video

Bowers menunjukkan bahwa ada peluang untuk mengajarkan pelajaran-pelajaran ini sambil membaca buku atau menonton film. Orang tua dapat mengatakan hal-hal seperti, “Haruskah pangeran itu mencium sang putri ketika dia sedang tidur? Karena sang putri saat itu tidak bisa mengatakan ya atau tidak," ujarnya seperti dikutip dari Huffpost.

Banyak buku anak-anak yang menjelaskan tema mengenai otonomi dan keselamatan tubuh.

5. Ajari anak untuk memercayai insting mereka

Ada beberapa cara untuk membantu anak-anak belajar mempercayai naluri mereka, yang dapat menjadi langkah mendasar dalam mengajarkan otonomi tubuh dan mengontekstualisasikan pengalaman-pengalaman sulit.

Carnagey menyarankan mengajarkan anak-anak untuk mengidentifikasi perasaan mereka. Orang tua dan pengasuh dapat melakukan ini dengan mengajukan pertanyaan seperti "Bagaimana perasaanmu sekarang?" Atau menunjukkan ketika mereka melihat perubahan dalam bahasa tubuh dengan pernyataan seperti "Saya melihat bahwa kamu mengerutkan kening. Katakan apa yang kamu rasakan."

Berada dalam kebiasaan mengecek dan membuat ruang untuk mendengarkan anak adalah cara yang bagus untuk membantu meningkatkan kesadaran tubuh dan bahasa di sekitar pengalaman mereka.

"Ini dapat membuat mereka menjadi komunikator dan pendukung yang lebih percaya diri dengan keinginan dan kebutuhan mereka sepanjang perjalanan mereka," ujar dia.

Jadi ajarkan anak tentang otonomi tubuh sejak dini dengan tepat seperti tips di atas. 

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini