Dibuang Saat Bayi, Lelaki Cari Orang Tuanya Saat Dewasa Lewat Tes DNA

Dibuang oleh orang tuanya sendiri saat masih bayi, Jamie Duffy mencari orang tuanya saat dewasa.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Dibuang Saat Bayi, Lelaki Cari Orang Tuanya Saat Dewasa Lewat Tes DNA
Lelaki mencari orang tua kandung yang membuangnya saat bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Dibuang Saat Bayi, Lelaki Cari Orang Tuanya Saat Dewasa Lewat Tes DNA

Masa kecil Jamie Duffy tidak seperti kebanyakan anak. Dibuang oleh orang tuanya sendiri saat masih bayi, Jamie lahir dan besar di keluarga yang mengadopsinya.

Ia ditemukan dalam keadaan dibungkus tas gendongan oleh sekelompok gadis berusia 11 tahun. Jamie sempat menjadi berita utama pada tahun 1988, ketika ia ditemukan di halaman rumah sakit, di dalam tas yang hanya berisi handuk.

Seorang perempuan menelepon nomor polisi, dan mengaku sebagai ibu dari bayi Jamie. Perempuan itu mengatakan bahwa ia tidak bisa merawatnya, dan rekaman itu adalah satu-satunya yang dimiliki Jamie dari ibunya.

Dua bulan kemudian, Jamie diadopsi dan pada usia 14 tahun, orang tuanya mengatakan kepadanya keadaan di mana ia ditemukan. Kemudian mereka memberinya sebuah buku potongan dari kertas-kertas yang menceritakan kisah itu.

"Saya ingat pernah bercakap-cakap dengan ibu saya dan itu menjadi agak emosional karena saya tidak bisa memahami mengapa seseorang akan meninggalkan seorang anak di usia muda," katanya, dikutip Himedik dari The Sun.

Jamie bertemu Marie Buckner, salah satu gadis berusia 11 tahun yang dulu menemukannya, dan dia membawanya ke tempat di mana dia menemukannya.

Pada saat itu, dokter mengatakan Jamie akan mati dalam beberapa jam jika tidak ada orang yang menemukannya. Oleh sebab itu Jamie sangat berterima kasih kepada Marie dan teman-temannya.

Jamie Duffy melakukan tes DNA untuk mencari orang tua kandungnya. (Shutterstock).
Jamie Duffy melakukan tes DNA untuk mencari orang tua kandungnya. (Shutterstock).

Dalam upaya untuk melacak ibu kandungnya, detektif DNA Julia Bell dan spesialis penelusuran keluarga, Ariel Bruce, mencari hasil DNA Jamie melalui database dan menemukan kecocokan dengan beberapa orang.

Mereka kemudian meminta orang yang memiliki kecocokan itu untuk melakukan tes DNA, guna mempersempit pencarian ibunya. Yang mengejutkan, pencarian berhasil dan dilanjut dengan pencarian identitas ayahnya.

Sayangnya, ketika program melakukan kontak dengan ibu kandungnya, dia tidak menanggapi. Sedangkan ayahnya mengisyaratkan bahwa dia mungkin siap untuk berbagi informasi dengan Jamie di kemudian hari.

"Pasti sulit bagi ibuku. Kami tidak tahu apakah dia hidup dengan ini sepanjang hidupnya sebagai rahasia. Saya tahu jika itu saya, saya akan terus memikirkannya, dan itu akan menjadi beban yang konstan di pundaknya," papar Jamie.

"Salah satu alasan saya ingin menemukannya adalah saya ingin bisa memaafkannya dan mengatakan kepadanya bahwa itu baik-baik saja," tutup Jamie. (Himedik/Dwi Citra Permatasari Sunoto)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini