Perempuan Asal Australia Sebut Implan Payudara Meracuni Tubuhnya

Dirinya mulai merasa sakit di bagian dadayang parah, migrain serta jerawat.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Risna Halidi
Perempuan Asal Australia Sebut Implan Payudara Meracuni Tubuhnya
Permintaan operasi payudara (Shutterstock)

Suara.com - Perempuan Asal Asutralia Sebut Implan Payudara Meracuni Tubuhnya.

Seorang ibu dua anak menyalahkan prosedur implan payudara yang ia lakukan sehingga menyebabkan dirinya mengalami sakit berkepanjangan.

Mengutip News.com.au, perempuan bernama Shay McDowall berusia 25 dari Brisbane, menjalani prosedur pembesaran payudara ketika dirinya masih berusia 18 tahun. Hal itu ia lakukan untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

Tetapi begitu Shay melahirkan anak dan berhenti menyusui, dirinya mulai merasa sakit di bagian dada yang parah, migrain serta jerawatan.

Seiring dengan kelelahan kronis yang ia rasa, Shay juga mulai menderita eksim, sakit sendi serta infeksi sinus. 

Bahkan rasa sakit makin terasa saat Shay melakukan prosedur pengangkatan implan payudara awal tahun ini.

"Untuk waktu yang sangat lama, saya menyalahkan diri saya sebagai seorang ibu daripada mendengarkan tubuh saya," kata Shay.

Sejak implan payudaranya dilepas awal tahun ini, Shay sekarang percaya bahwa operasi tersebut adalah penyebab masalah kesehatan yang tak terduga.

"Saya sama sekali tidak melakukan penelitian tentang implan payudara, dan pastinya tidak ada peringatan yang mengancam jiwa untuk menghalangi keputusan saya," kata Shay saat merenungkan keputusan yang ia buat saat berusia 18 tahun.

Shay mengatakan bahwa implan payudara yang ia gunakan dulu adalah racun berbahaya yang dapat merusak tubuhnya.

Meski apa yang ia derita belum diakui secara medis, tapi Shay percaya bahwa ribuan perempuan menderita efek samping yang sama.

"Saya ingin meningkatkan kesadaran agar perempuan lain tidak berakhir seperti saya. Perlu ada penelitian lebih lanjut tentang efek samping implan payudara," tutupnya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini