Beda Sauna vs Mandi Uap, Mana yang Lebih Baik Manfaatnya?

Suhu panas yang beda pada keduanya, juga pengaruhi manfaatnya.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Dinda Rachmawati
Beda Sauna vs Mandi Uap, Mana yang Lebih Baik Manfaatnya?
Ilustrasi: Tempat spa dam sauna. (Shutterstock)

Suara.com - Ruang sauna dan ruang uap mungkin sama-sama memiliki manfaat kesehatan. Tetapi apa perbedaan antara keduanya dan bagaimana Anda bisa memilih yang terbaik untuk Anda?

Dr. Chiti Parikh, co-direktur program kesehatan dan kesejahteraan integratif di New York Presbyterian Weill Cornell Medical Center menjelaskan tentang keduanya.

Pertama, sauna disebut memiliki panas antara 180 dan 195 derajat Fahrenheit dengan kelembaban yang sangat rendah, dipanaskan oleh kayu, gas, listrik, atau teknologi inframerah (menggunakan cahaya untuk membuat panas). 

"Ini seperti Anda duduk di oven. Itu sebabnya orang sering menuangkan air di atas batu yang dipanaskan di ruang sauna, menghasilkan uap untuk sedikit kelembaban," katanya.

Manfaatnya menurut Dr. Parikh, seseorang dapat mengalami peningkatan sirkulasi darah dan kesehatan kardiovaskular. Dia juga mengutip penelitian yang menunjukkan orang yang secara teratur menggunakan sauna (setidaknya empat kali seminggu selama 20 menit) memiliki risiko serangan jantung, stroke, dan demensia yang jauh lebih rendah.

Duduk di sauna hampir seperti berjalan di atas treadmill secara teratur, kata Dr. Parikh. Karena panas, jantung Anda harus memompa lebih keras untuk mengedarkan darah Anda, yang berarti Anda mendapatkan beberapa manfaat kardio meskipun yang Anda lakukan hanyalah duduk.

Orang juga menggunakan sauna untuk mengurangi rasa sakit dan kekakuan (itulah sebabnya banyak orang memilih untuk mandi sauna setelah latihan keras) dan untuk mendapatkan lebih banyak energi, juga meningkatkan suasana hati mereka.

"Sedangkan ruang uap pada dasarnya, tidak sepanas sauna, dan jauh lebih lembab. Biasanya, ruang uap dipanaskan antara 100 dan 120 derajat Fahrenheit dan memiliki kelembaban hampir 100 persen," lanjut Dr. Parikh.

Tetapi meskipun secara teknis tidak panas, Anda mungkin akan merasakan panas lebih banyak di ruang uap daripada di sauna karena kelembapannya.

Ruang uap juga memiliki semua manfaat kesehatan (dan risiko) yang sama dengan sauna, karena efek panasnya sama, entah itu panas kering atau panas lembab, kata Dr. Parikh. Ini berarti Anda masih akan mendapatkan beberapa manfaat kardio, bersama dengan berkurangnya rasa sakit dan kekakuan.

Tapi jangan terlalu berharap pada ruang uap Anda bisa mendapatkan manfaat penurunan berat badan. Berat badan yang turun adalah berat air, Anda tahu, karena keringat dan itu berlaku untuk sauna dan ruang uap.

Namun, ada satu manfaat ekstra untuk ruang uap bagi siapa saja yang memiliki masalah pernapasan seperti asma atau alergi. 

"Obat-obatan untuk masalah pernapasan semacam ini bisa mengeringkan saluran pernapasan Anda. Uap akan melembabkan dan membuka paru-paru sedikit lagi dan melembabkan saluran pernapasan."

Jadi, mana yang harus Anda pilih? Sekali lagi, jika Anda memiliki masalah pernafasan, yang terbaik adalah tetap menggunakan ruang uap untuk menjaga agar saluran pernapasan Anda tetap terhidrasi (sauna mungkin akan membuatnya semakin mengering), menurut Dr. Parikh. Kalau tidak, itu semua tentang preferensi pribadi Anda.

Apa pun yang Anda pilih, Dr. Parikh menyarankan mulailah dari yang rendah dan lambat. Semakin rendah Anda duduk di sauna atau ruang uap (misalnya semakin dekat dengan lantai), semakin sedikit panas yang ditimbulkan karena panas naik. 

Meskipun yang terbaik bagi kesehatan Anda untuk menggunakan sauna atau ruang uap secara teratur (beberapa kali seminggu, jika Anda bisa), mungkin mulailah dengan satu perjalanan ke spa selama tidak lebih dari lima atau 10 menit paling banyak untuk melihat seberapa baik Anda dapat menangani itu, lalu tambahkan dari sana.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini