Tiga Penyebab Masalah Kesehatan Zaman Sekarang yang Wajib Diwaspadai

Tiga hal ini bisa jadi masalah kesehatan zaman sekarang yang wajib diwaspadai. Apa saja?

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Tiga Penyebab Masalah Kesehatan Zaman Sekarang yang Wajib Diwaspadai
Ragam penyebab masalah kesehatan di zaman sekarang. (Shutterstock)

Suara.com - Tiga Penyebab Masalah Kesehatan Zaman Sekarang yang Wajib Diwaspadai

Masalah kesehatan bisa datang dari mana saja. Namun tiga hal ini bisa jadi masalah kesehatan zaman sekarang yang wajib diwaspadai.

Dilansir Himedik dari NY Post, Eric Chudler dan Lise Johnson, penulis buku 'Worried? Science investigates some of life’s common concerns' telah menyelidiku lebih dari 50 ancaman masalah kesehatan yang terjadi di sekitar manusia.

Dalam buku itu, ditulis beberapa penyebab masalah kesehatan yang identik dengan zaman sekarang. Apa saja?

1. Kucing dan anjing

Antara tahun 2001 dan 2006 di AS, lebih dari 85.000 orang per tahun dirawat di ruang gawat darurat karena terluka akibat terjatuh yang disebabkan oleh anjing dan kucing, yang mana 31 persennya tersandung anjing mereka sendiri.

"Anjing menggigit lebih dari 4,5 juta orang di Amerika Serikat dan membuat 800.000 orang pergi ke dokter setiap tahun," tulis mereka.

Sementara rabies dari gigitan anjing telah hampir dihilangkan di AS, penyakit ini membunuh lebih dari 59.000 orang di seluruh dunia setiap tahun, dengan 99 persen disebabkan oleh gigitan anjing.

Sedangkan kucing bertanggung jawab atas 10-15 persen kunjungan ruang gawat darurat karena gigitannya, dan 30 persen orang yang mengunjungi dokter karena digigit kucing harus dirawat di rumah sakit.

Kucing dan anjing (Shutterstock).
Kucing dan anjing bisa jadi penyebab masalah kesehatan (Shutterstock).

Belum lagi aktivitas menjilat atau menggaruk yang dapat menularkan bakteri Bartonella henselae yang menyebabkan cat-scratch disease (CSD).

Penyakit tersebut telah menyerang sebanyak 12.500 orang per tahun di AS, yang dapat menyebabkan demam, sakit kepala, lecet, pneumonia serta kerusakan otak.

Selanjutnya

Selanjutnya chevron_right

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini