Zulkifli Hasan Sakit, Ini Pesan Dokter untuk Hindari Ancaman DBD

Dokter berpesan agar tidak meremehkan peran kader jumantik untuk cegah DBD, penyakit yang menyerang Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Zulkifli Hasan Sakit, Ini Pesan Dokter untuk Hindari Ancaman DBD
DBD bisa menyerang siapa, tak terkecuali Ketua MPR Zulkifli Hasan. (Shutterstock)

Suara.com - Zulkifli Hasan Sakit, Ini Pesan Dokter untuk Hindari Ancaman DBD

Demam berdarah dengue (DBD) saat ini sedang mewabah di Indonesia. Penyakit ini bisa menyerang siapa, tak terkecuali Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Ya, Zulkifli dikabarkan mengalami DBD dan harus menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Ari Fahrial Syam mengatakan, penting untuk mengetahui apakah DBD yang menyerang Zulkifli Hasan berasal dari mana.

"Kita perlu cek dan ricek apakah DBD yang dialami Ketua MPR ini dari gigitan nyamuk di rumah atau kantor. Beberapa tahun lalu saat jadi Gubernur Pak Ahok juga pernah kena DBD. Beliau saat itu menyampaikan bahwa ditemukan jentik di rumahnya," ujar Prof Ari dalam keterangan yang diterima Suara.com.

Prof Ari mengatakan agar masyarakat terhindar dari penyakit DBD, maka upaya utama yang dilakukan adalah menghindari gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Salah satunya adalah dengan mencegah jentik nyamuk muncul di lingkungan rumah maupun kantor.

"Nyamuk berasal dari jentik nyamuk, kalau jentik dapat diberantas maka jumlah nyamuk juga akan menurun. Oleh karena itu maka dibentuk juru pemantau jentik (jumantik) yang berasal dari masyarakat yang sebenarnya diminta untuk secara sukarela untuk membantu menemukan jentik nyamuk," tambahnya lagi.

Masalahnya, menurut Prof Ari, kader jumantik tidak bisa menjangkau seluruh rumah. Bahkan ada kader jumantik yang ditolak, meskipun rumah tersebut memiliki halaman luas dan potensi jentik nyamuk yang besar.

Petugas melakukan pangasapan (fogging) di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/11).
Petugas melakukan pangasapan (fogging) di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/11). (Dok. Suara.com)

"Begitu pula jika saat dilakukan fogging, proses fogging tidak optimal karena ada juga rumah-rumah yang tidak bersedia dimasuki oleh petugas untuk dilakukan fogging," ujarnya lagi.

Hal ini menurut Prof Ari tak hanya merugikan pemilik rumah, namun juga lingkungan sekitarnya.

"Karena ada rumah-rumah besar yang pemiliknya kurang memperhatikan genangan air yang ada di rumahnya sehingga genangan-genangan air tersebut menjadi tempat hidupnya sarang nyamuk," tambah dokter penyakit dalam ini.

Terakhir, tak pula juga menjaga kesehatan pribadi dengan melakukan gaya hidup bersih dan sehat. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tak mudah drop.

"Oleh karena itu istirahat yang cukup, banyak mengosumsi buah serta sayur-sayuraan, makan teratur dan olahraga teratur serta menghindari stres merupakan upaya agar daya tahan tubuh kita tetap baik," tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini