Healthy Aging, Menikmati Umur Panjang Minim Penyakit

Sehat dan berumur panjang adalah keinginan semua orang.

Suara.Com
Vania Rossa | Risna Halidi
Healthy Aging, Menikmati Umur Panjang Minim Penyakit
Lansia, Rahasia umur panjang, (Shutterstock)

Suara.com - Umur panjang, hidup sehat, dan awet muda merupakan tiga hal yang paling didambakan oleh banyak orang di muka bumi.

Sayangnya, mustahil memperoleh tiga hal tersebut jika gaya hidup yang dijalani masih jauh dari kata sehat.

Untuk itu, Prodia Scientific Day 2019 mengangkat salah satu tema kesehatan bertajuk "Healthy Aging: More Than Just Lifespan" yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta termasuk profesional medis dari berbagai keahlian di Indonesia.

"Sejak dahulu, orang-orang selalu berusaha untuk mendapatkan umur panjang dan awet muda. Namun ternyata banyak orang yang berumur panjang malah tidak bisa menikmatinya akibat mengalami berbagai penyakit," kata Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty di Auditorium Prodia Tower, Jakarta Pusat, Selasa, (5/3/2019).

Salah satu penyakit yang Dewi maksud adalah penyakit tidak menular yang kerap disebabkan oleh gaya hidup seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes tipe 2.

Selain cara mencegah, ia juga menggarisbawahi bagaimana caranya agar penyakit tidak menular tersebut tidak muncul lebih cepat dari usia yang seharusnya.

"Oleh karena itu, saat ini berkembang Anti-Aging Medicine untuk pengelolaan kesehatan agar tidak sekadar berumur panjang namun juga mencapai healthy aging," tambahnya.

Ia berharap akan lebih banyak pengembangan tes laboratorium di bidang healthy aging. Tujuannya jelas, untuk menjaga kebugaran dan kesehatan masyarakat sampai menginjak usia renta.

"Prodia Scientific Day juga diharapkan dapat membangkitkan semangat Agility to Create Values bagi tim pengembang untuk terus menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat," kata Dewi.

Dan untuk mendapatkan healthy aging, Dewi berpesan agar masyarakat mau mengubah gaya hidup tak sehat ke arah yang jauh lebih sehat. "Gaya hidup berpengaruh 60 sampai 70 persen terhadap kesehatan, sementara faktor genetik hanya 10 sampai 30 persen."

Selain itu, ia juga menyarankan agar masyarakat rajin melakukan medical check up dan sadar mengenai risiko penyakit yang mengintai.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini