Unik! Demi Keturunan, Orang Tua Ini Ambil Sperma Anaknya yang Meninggal

Orang tua dari seorang lelaki yang meninggal akibat kecelakaan saat bermain ski, diberi izin hakim untuk mengambil sperma putra mereka.

Suara.Com
Dythia Novianty
Unik! Demi Keturunan, Orang Tua Ini Ambil Sperma Anaknya yang Meninggal
Ilustrasi sperma. [Pixabay]

Suara.com - Orang tua dari seorang lelaki yang meninggal akibat kecelakaan saat bermain ski, diberi izin hakim untuk mengambil sperma putra mereka untuk melanjutkan garis keturunan keluarga mereka.

Kadet Akademi Militer AS Peter Zhu (21) dinyatakan meninggal pada hari Rabu, empat hari setelah warga California itu terlibat dalam kecelakaan saat bermain ski di West Point yang mematahkan tulang punggungnya dan memotong oksigen ke otaknya. Pada hari Jumat lalu, Monica dan Yongmin Zhu mengajukan petisi ke pengadilan mengambil sperma putra mereka sebelum organ-organnya diambil untuk sumbangan.

"Kemungkinan mempertahankan sebagian dari anak kami yang mungkin hidup. Sore itu, seluruh dunia kita runtuh di sekitar kita," tulis Zhus dalam petisi di Westchester County, yang mengutip keinginan Peter untuk membesarkan lima anak pada suatu hari.

"Kami putus asa untuk memiliki sebagian kecil dari Peter yang mungkin hidup terus dan terus menyebarkan sukacita dan kebahagiaan yang Peter beli untuk seluruh hidup kita," petisi melanjutkan.

Zhus mengatakan, kepada pengadilan bahwa Peter adalah satu-satunya anak lelaki dalam keluarga mereka. Jika mereka tidak dapat memperoleh sperma, tidak mungkin untuk melanjutkan garis keturunan keluarga dan nama keluarganya akan mati.

Akhirnya, seorang hakim menerima permintaan dan mengarahkan Pusat Medis Westchester untuk mengambil sperma dan menahannya hingga sidang pengadilan pada 21 Maret mendatang.

"Seperti yang Anda harapkan, itu adalah hasil yang sangat pahit bagi keluarga dan karena menghormati privasi mereka, kami tidak dapat mendiskusikan lebih jauh saat ini," kata pengacara keluarga, Joe Williams.

Westchester Medical Center tidak mengomentari kasus ini tetapi mengeluarkan pernyataan.

"Dari waktu ke waktu, seperti kebanyakan rumah sakit, Westchester Medical Center dihadapkan dengan situasi hukum dan etika yang kompleks di mana bimbingan dari pengadilan sesuai dan dihargai. Westchester Medical Center bersyukur keluarga mencari pengadilan dalam menghadapi masa yang sulit," tulis pernyataan tersebut.

Pada tahun 2018, American Society for Reproductive Medicine mengeluarkan pedoman moral untuk koleksi jaringan reproduksi anumerta. Mereka mengklaim bahwa itu dibenarkan jika diizinkan secara tertulis oleh orang yang meninggal. Jika tidak, masyarakat mengatakan program medis seharusnya hanya mempertimbangkan permintaan dari pasangan atau pasangan yang masih hidup. [Metro]

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini