Jangan Sampai Terlambat, Kenali Gejala Gagal Ginjal Kronis

Pada tahap awal penyakit gagal ginjal kronis tidak menunjukkan gejala yang khas.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Jangan Sampai Terlambat, Kenali Gejala Gagal Ginjal Kronis
Gejala gagal ginjal kronis harus diperhatikan. (Shutterstock)

Suara.com - Jangan Sampai Terlambat, Kenali Gejala Gagal Ginjal Kronis

Penyakit ginjal tergolong penyakit yang identik dengan penuaan. Sekitar 50 persen dari orang berusia 75 tahun ke atas berisiko mengidap penyakit ginjal kronis.

Sayangnya pada tahap awal penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang khas.

Bahkan disampaikan dr. Pringodigdo Nugroho Sp.PD-KGH dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia, penyakit ginjal kronis baru menimbulkan gejalanya jika sudah kehilangan 90 persen dari fungsi ginjal normal.

Namun kabar baiknya risiko penyakit ginjal kronis bisa dideteksi lewat pemeriksaan sederhana seperti tes urin.

"Gejalanya bisa berupa penurunan nafsu makan, urin berbuih itu yang terlihat. Tapi risiko bisa diketahui lewat tes urin secara rutin," ujar dia.

Penyebab utama dari penyakit ginjal kronis sendiri kata dr Pringgo dipicu oleh penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, obesitas, merokok hingga usia lanjut.

"Untuk menurunkan risikonya maka seseorang harus melakukan aktivitas fisik, gula darah harus dikontrol, berat badan ideal, mengatur asupan cairan, hindari merokok, jangan mengonsumsi obat-obatan sembarangan biasanya obat penghilang nyeri yang mudah dibeli bebas," imbuhnya.

Gejala gagal ginjal kronis harus diperhatikan. (Shutterstock)
Gejala gagal ginjal kronis harus diperhatikan. (Shutterstock)

Sebenarnya tambah dr Pringgo, seiring dengan pertambahan usia, fungsi ginjal terus menurun. Itu sebabnya tak heran jika penyakit ini lebih menyerang lansia dibandingkan dewasa muda.

Jika sudah parah, maka pasien gagal ginjal kronis harus menjalani beberapa terapi seperti dialisis atau cuci darah hingga transplantasi ginjal.

"Cuci darah itu mengalirkan darah pasien ke dialiser atau ginjal buatan dimana racun dan cairan dibuang. Mesin membantu mengairkan darah," tandas dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini