Sering Bunuh Anjing, Pria Ini Ungkap Kisah Pilu di Balik Kematian Anaknya

Dia menganggap, pekerjaan itu telah berdampak negatif dalam hidupnya.

Suara.Com
Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Sering Bunuh Anjing, Pria Ini Ungkap Kisah Pilu di Balik Kematian Anaknya
Ilustrasi bayi yang baru lahir (Foto: shutterstock)

Suara.com - Seorang pria berbagi kisah sedih saat bayinya meninggal. Ia menduga hal tersebut berhubungan dengan pekerjaannya sebelumnya, yaitu tukang bunuh anjing.

Pria itu menggambarkan bagaimana ia dan mantan rekannya telah membunuh anjing-anjing yang tidak bersalah secara tidak manusiawi dan bagaimana bayinya harus membayar dosa besar itu.

Melansir dari World of Buzz, sebuah postingan baru-baru ini telah beredar. Unggahan itu diduga ditulis oleh seorang mantan anggota dewan kota dan jadi viral di media sosial.

Berdasarkan postingan tersebut, ruang lingkup pekerjaan pria itu adalah menangkap kucing dan anjing liar setiap kali mereka menerima keluhan dari anggota masyarakat.

Namun, pekerjaan itu telah berdampak negatif dalam hidupnya, yakni sejak dia mulai bekerja di dewan kota dua tahun lalu.

Melansir dari akun Facebook, @Sivaneswaran Subramaniam, tertulis, ''Semuanya berawal ketika bayi saya lahir dengan cacat. Sulit bagiku untuk menerima. Kondisi pernapasan anak saya mirip dengan anjing yang saya tangkap.''

''Saya mengikat dan menggantung anjing-anjing itu sampai mereka mati dengan mata melotot. Kami juga memukul mereka dengan tongkat sampai mereka mati.''

Anjing-anjing liar yang terbunuh.. (Facebook/Sivaneswaran Subramaniam)
Anjing-anjing liar yang terbunuh.. (Facebook/Sivaneswaran Subramaniam)

''Mereka menderita kesakitan, tetapi kami terus memukul mereka tanpa ampun. Saya hanya mengikuti perintah dan harus melakukannya walaupun itu sulit bagi saya.''

''Istri saya pingsan setelah melihat anak kami karena ada lubang di leher bayi itu. Kondisi bayi saya sangat kritis dan menderita selama delapan bulan dengan lubang jarum di seluruh tubuhnya.''

''Bisakah Anda bayangkan busa keluar dari mulut dan suara anak saya seperti orang tercekik? Saya ingat bagaimana kami tidak membiarkan anak-anak anjing hidup, bahkan anak-anak anjing berumur 2 hari pun terbunuh.''

''Saya menyesali tindakan saya tetapi Tuhan telah mengambil anak saya setelah delapan bulan menderita. Kita harus berhenti berbohong kepada publik bahwa anjing-anjing itu dikirim ke hutan.''

''Itu semua bohong! Saya lebih suka menganggur seperti sekarang daripada membunuh anjing setiap Jumat pagi,'' tulisnya.

Pria itu mengakhiri tulisannya dengan mendesak mantan rekannya yang masih bekerja di departemen untuk mencari pekerjaan lain dan berhenti sebelum terlambat.

Banyak warganet yang merasa sedih ketika membaca tulisannya dan banyak yang mendukung keputusan pria itu untuk berhenti dari pekerjaannya.

Postingan ini telah dibagikan sebanyak 12 ribu kali dan mendapat 3400 komentar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini