Hii, Kebiasaan Anak Makan Upil Punya Risiko Bahaya Tersembunyi

Tidak hanya jorok, makan upil juga bisa membahayakan kesehatan anak-anak.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Hii, Kebiasaan Anak Makan Upil Punya Risiko Bahaya Tersembunyi
Bahaya anak makan upil, bisa sebabkan infeksi dan pendarahan. (Shutterstock)

Suara.com - Hii, Kebiasaan Anak Makan Upil Punya Risiko Bahaya Tersembunyi

Penuh rasa ingin tahu, tak jarang anak terlihat makan upil. Biasanya, orang tua mencegah hal tersebut menjadi kebiasaan karena terlihat jorok.

Selama ini memang beredar mitos bahwa memakan upil bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Padahal, sama sekali tidak ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan itu, seperti dikutip Himedik dari Mirror.

Menurut Dr Erich Voigt, mengupil saja sebenarnya sudah berbahaya. Dilansir dari laman Business Insider, Dr Voigt menjelaskan mengupil bisa memasukkan kuman seperti Staphylococcus aureus atau Staph. Terlebih, mengupil juga dapat menyebabkan lecet di bagian dalam hidung.

"Berdarah, mendatangkan kuman, meningkatkan kerak dan iritasi bisa terjadi hanya dengan mengupil," ujarnya.

Staph bahkan dapat menyebabkan abses atau kantong berisi nanah di dalam hidung. Dalam kasus yang ekstrem, mengupil terlalu lama bahkan bisa menusuk septum.

Ilustrasi mengorek lubang hidung alias ngupil [shutterstock]
Bahaya mengupil, bisa sebabkan infeksi hingga pendarahan. [shutterstock]

Dr Voigt juga menunjukkan betapa buruknya hal itu bagi anak-anak, yang dikenal terbiasa mengupil dan memakannya.

"Anak-anak terkenal suka mengupil dan menyebabkan hidungnya sendiri mengalami pendarahan. Pasokan darah ke hidung sangat kuat, ada lima arteri yang mengarah ke depan hidung," urainya.

"Ketika abrasi, bisa terjadi pendarahan hebat. Anak-anak biasanya banyak yang mimisan karena itu," imbuhnya.

Karena itu, pengawasan orang tua saat anak mengupil harus diperketat. Jangan sampai anak kena infeksi berbahaya karena mengupil. (Himedik/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini