5 Alasan untuk Hindari Minum Kopi Saat Perut Kosong

Minum kopi saat perut kosong sangat tidak disarankan oleh pakar kesehatan. Kenapa?

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
5 Alasan untuk Hindari Minum Kopi Saat Perut Kosong
Minum kopi saat perut kosong tidak dianjurkan. (shutterstock)

Suara.com - 5 Alasan untuk Hindari Minum Kopi Saat Perut Kosong

Kopi menjadi salah satu minuman favorit orang Indonesia. Mengandung kafein, kopi biasa diminum di pagi hari sebelum beraktivitas.

Nyatanya, minum kopi saat perut kosong sangat tidak disarankan oleh pakar kesehatan. Dikutip Himedik dari Nutrition EXP, minum kopi saat perut kosong bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Apa saja?

1. Kontraksi kantong empedu

Hindari minum kopi saat perut kosong karena dapat menyebabkan kantong empedu berkontraksi. Ini bisa membuat ukurannya menyusut dan berhenti berfungsi dengan benar.

Efeknya meliputi kehilangan nafsu makan, rasa sakit, muntah, sakit kuning, diare, dan batu ginjal.

Minum kopi saat perut kosong dikaitkan dengan gangguan kecemasan. (Shutterstock)
Minum kopi saat perut kosong dikaitkan dengan gangguan kecemasan. (Shutterstock)

2. Kecemasan

Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dikaitkan dengan kecemasan. Ini bahkan dapat tumbuh menjadi fobia dan gangguan obsesif-kompulsif.

3. Sulit konsentrasi

Bagi yang belum terbiasa, minum kopi saat perut kosong bisa bikin tangan bergetar dan terus waspada. Selain itu, tingkat konsentrasi dan kinerja kerja berada pada titik terendah sepanjang waktu.

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Minum kopi saat perut kosong bisa bikin tekanan darah tinggi. (Shutterstock)

4. Tekanan darah naik

Penderita hipertensi mungkin mengalami tekanan darah tinggi dari minum kopi. Perubahan dapat berlangsung selama sekitar dua atau tiga jam yang bisa bikin tak nyaman. Segera ganti kopi dengan air putih ya.

5. Gejala menopause

Menurut Journal of the North American Menopause Society, kafein meningkatkan gangguan gejala vasomotor pada wanita pascamenopause, termasuk keringat malam, hot flash dan atrofi vulvovaginal atau ukuran vagina yang mengecil. (Himedik/Yuliana Sere)

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini