Berhenti Menyusui Anak karena Latihan, Petenis Serena Williams Menangis

Williams menjelaskan bahwa dirinya menangis karena harus berhenti menyusui dan melewatkan momen saat putrinya bisa berjalan untuk kali pertama.

Suara.Com
Vika Widiastuti | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Berhenti Menyusui Anak karena Latihan, Petenis Serena Williams Menangis
Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)

Suara.com - Petenis Serena Williams mengaku menangis saat terpaksa harus berhenti menyusui putrinya, Alexis Olympia Ohanian Jr karena ia harus melanjutkan kariernya. 

 Pemenang Grand Slam 23 kali itu melahirkan putrinya pada 1 September 2017, tujuh bulan seusai mengalahkan saudara perempuannya Venus di final Australia Open.

Sejak Williams kembali bermain tenis pada Maret 2018, waktu bersama putrinya yang berusia satu tahun itu menjadi berkurang. Keputusan tersebut jelas tak dianggap enteng olehnya, seperti disebutkan The Independent dalam artikelnya pada Sabtu (9/3/2019) yang dilansir HiMedik.

"Sekarang saya punya Olympia, dia adalah prioritas mutlak saya, menghabiskan sebanyak mungkin waktu dengannya setiap hari sangat penting bagi saya," tulis Williams dalam esai untuk Forbes saat peringatan Hari Perempuan Internasional.

"Tapi saya masih berlatih untuk memenangkan Grand Slam dan kadang-kadang saya harus membuat pilihan sulit terkait membagi waktu. Saya sudah sering menangis untuk Olympia sampai tak terhitung lagi sudah berapa kali."

Keluarga Serena Williams - (Instagram/@serenawilliams)
Keluarga Serena Williams - (Instagram/@serenawilliams)

Williams menjelaskan bahwa dirinya menangis karena harus berhenti menyusui dan melewatkan momen saat putrinya bisa berjalan untuk kali pertama, karena dia sibuk berlatih pada saat itu.

"Saya jujur tentang perjuangan saya sebagai ibu yang bekerja karena saya ingin perempuan lain di luar sana tahu bahwa mereka tidak sendirian," katanya. "Kita harus menunjukkan belas kasih dan realitas pada diri kita sendiri dan rekan-rekan perempuan kita."

Dalam esainya, Williams juga berbicara tentang kesempurnaan, dengan mengatakan bahwa itu adalah tujuan mustahil yang seharusnya tidak diperjuangkan oleh orang-orang. Istri Alexis Ohanian ini menjelaskan, meski semua wanita adalah "pahlawan super", mereka masih membutuhkan bantuan berupa bimbingan dan dukungan dari satu sama lain.

"Kita harus saling memberi dukungan ketika kita gagal dan ketika masyarakat menetapkan harapan yang tidak realistis atau ketika tempat kerja kita memiliki aturan kuno," katanya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini