Nyaris Tewas, Perempuan Ini Nekat Jual Sel Telur demi Beli iPhone

Nyawanya terancam gara-gara jual sel telur.

Nyaris Tewas, Perempuan Ini Nekat Jual Sel Telur demi Beli iPhone
Ilustrasi logo iPhone. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang mahasiswi di China Timur nekat menjual sel telur demi membeli iPhone baru idaman. Nyawanya pun terancam hilang karena tindakan tersebut.

Dikutip HiMedik.com dari Daily Mail, Senin (11/3/2019), dia merasa iri melihat teman-teman sekelasnya menggunakan iPhone baru. Dia menginginkannya juga, tetapi tak ingin meminta uang kepada orang tuanya. Ia kemudian membuka situs klinik online setelah melihat poster berisi pencarian donor sel telur.

Perempuan 20 tahun itu pun menjalani operasi untuk menjual sel telurnya di pasar gelap. Orang tua gadis itu juga tidak mengetahui rencananya.

Tiga hari setelah operasi di klinik ilegal, di mana sel telurnya diekstraksi, kesehatan mahasiswi itu terus memburuk. Dia menderita perut kembung parah dan kesulitan bernapas.

Ilustrasi sel sperma dan sel telur (Shutterstock).
Ilustrasi sel sperma dan sel telur (Shutterstock).

Ia lalu meminta bantuan dokter di The First Affiliated Hospital of Medical School of Zhejiang University. Dalam sebuah pernyataan dari rumah sakit yang merawatnya, sebelum jatuh sakit parah, perempuan itu telah menjual sel telurnya seharga sekitar Rp 21 juta dan sukses membeli iPhone XS Max sendiri.

Menurut dokter yang merawatnya, ia menerima lebih dari 10 suntikan untuk merangsang indung telurnya sebelum menjalani operasi untuk mengeluarkan sel telur.

iPhone XS Max diperkenalkan di Jakarta, Jumat (14/12). [Suara.com/Lintang Siltya Utami]
iPhone XS Max diperkenalkan di Jakarta, Jumat (14/12). [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Mahasiswi didiagnosis dengan sindrom hiperstimulasi ovarium, yang dapat terjadi ketika ovarium terlalu terstimulasi untuk pertumbuhan telur dan cairan menumpuk di sekitarnya. Dokter Hu Jinhui dari departemen ginekologi rumah sakit mengatakan bahwa lebih dari lima liter cairan dikeluarkan dari perutnya.

''Indung telurnya telah membesar seolah dia telah hamil selama tujuh atau delapan bulan,'' ungkap Dr Hu. ''Dia juga sangat kesakitan, kesulitan bernapas, dan hidupnya berisiko.''

Untungnya, setelah menjalani perawatan selama tiga hari, kondisi wanita itu telah stabil.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini