Waduh, Kerja Lembur di Akhir Pekan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Kerja lembur di akhir pekan nyatanya memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental Anda.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Waduh, Kerja Lembur di Akhir Pekan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi
Kerja lembur di akhir pekan bisa tingkatkan risiko depresi. (Shutterstock)

Suara.com - Waduh, Kerja Lembur di Akhir Pekan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Akhir pekan seharusnya dijadikan waktu seseorang untuk istirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Nah, kerja lembur di akhir pekan nyatanya memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental Anda.

Dikutip Dewiku dari World of Buzz, orang yang kerja lembur di akhir pekan berisiko tinggi mengalami depresi.

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Epidemologi & Kesehatan Masyarakat ini dilakukan oleh University College London, Departemen Penelitian dan Kebijakan di Age UK, dan Queen Mary University of London dan melibatkan total sampel data 11.215 lelaki dan 12.188 perempuan.

Menentukan standar minggu kerja sebagai 35 hingga 40 jam seminggu, mereka menghasilkan kategori berikut :

1. Kurang dari jam kerja standar: <35 jam seminggu
2. Jam kerja standar: 35-40 jam seminggu
3. Jam kerja panjang: 41-55 jam seminggu
4. Jam kerja ekstra panjang: 55+ jam seminggu

Studi ini menemukan bahwa perempuan yang bekerja dengan jam kerja ekstra panjang atau pada akhir pekan terbanyak memiliki kesehatan mental terburuk dibanding perempuan yang bekerja dengan jam standar.

Ilustrasi kerja lembur di akhir pekan. (shuttertsock)
Ilustrasi kerja lembur di akhir pekan. (shuttertsock)

Bagi lelaki, bekerja lebih banyak atau lebih sedikit saat akhir pekan daripada hari kerja tidak berpengaruh pada gejala depresi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa bekerja di akhir pekan tetap menyumbang peningkatan risiko depresi pada keduanya. Sebab ditemukan juga bahwa lelaki cenderung mengalami gejala depresi dengan pekerjaan akhir pekan ketika mereka tidak menyukai kondisi kerja mereka.

Kesehatan, baik fisik dan mental adalah prioritas yang harus dijaga semua orang. Jadi, pastikan kamu mendapatkan keseimbangan kehidupan kerja yang baik ya! (Dewiku/Yasinta Rahmawati)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini