Cek Fakta

Makan Cokelat Setelah Mie Goreng Bikin Meninggal, Hoaks atau Fakta?

Beredar pesan berantai, soal informasi yang menyebut bahaya makan cokelat setelah mengonsumsi mie goreng.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Makan Cokelat Setelah Mie Goreng Bikin Meninggal, Hoaks atau Fakta?
Makan cokelat setelah mie goreng menyebabkan kematian terbukti hoaks. (Dok. Instagram/Kemenkes RI)

Suara.com - Makan Cokelat Setelah Mie Goreng Bikin Meninggal, Hoaks atau Fakta?

Beredar pesan berantai, soal informasi yang menyebut bahaya makan cokelat setelah mengonsumsi mie goreng.

Pesan yang beredar dalam bentuk broadcast di aplikasi Whatsapp tersebut mencatut nama Prof Rokhmin Dahuri, pakar dari IPB dan juga Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Berikut bunyi lengkap pesan tersebut:

Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri (IPB/Mantan Menteri Perikanan & Kelautan) :

SEKEDAR INFO KHUSUSNYA UTK ANAK KOST/ siapa saja...

Ada seorang Wanita meninggal Mendadak dgn Kelima Panca Indera nya keluar darah. Setelah diselidiki ternyata Wanita ini meninggal, bukan karena 'Bunuh Diri' atau 'Dibunuh', Melainkan karena ketidaktahuan tentang 'Racun akibat Makanan.

Wanita ini memiliki kebiasaan makan Coklat tiap hari, ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan 'MIE GORENG'. Sebenarnya cuma makan mie goreng saja , juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan mie malam itu & tak ada yg meninggal. Tetapi, karena MIE itu mengandung 'Arsenic Pentoxide' (As2O5) &

Berhubung habis makan MIE wanita itu makan COKLAT. Terjadilah "Reaksi Kimia" di dalam Perut yg membuat 'Arsenic Pentoxide' (As2O5) Berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yg Sangat Beracun.

- Inilah yg Mengakibatkan :
• Hati
• Jantung
• Ginjal
• Pembuluh Darah Rusak
• Usus Berdarah
• Pembuluh Darah Melebar/Dilatasi.

Sehingga wanita itu Meninggal dgn sangat mengenaskan dgn Kelima Panca Indera 'Keluar Darah' saat itu.

Jadi Hati-hati.!!, Jika habis banyak makan.
• MIE Goreng
• MIE Kering
• MIE Rebus (Kuah)
• MIE Soto
• Semua Jenis MIE

- Jangan Makan COKLAT pada saat yg 'BersamaaN' !!!

- Marilah Berbagi, jika 'Kita Tahu' Hal ini 'Penting' utk Semua.

- Sampaikan ke semua Teman dan Keluarga.

- Mari berbagi Kepedulian Kita dengn Sesama..!!

# Info Kesehatan KemenKes. RI.

Penelusuran Suara.com menemukan bahwa pesan berantai ini sudah beredar sejak awal 2016, dan mulai viral di pertengahan 2018.

Padahal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sudah menyatakan bahwa pesan ini adalah hoaks dan tidak perlu dipercaya. Dalam akun Instagram resminya tertanggal 22 Juni 2018, Kemenkes berpesan agar mengecek kebenaran soal pesan sebelum ikut menyebarkannya. Namun hingga kini, informasi hoaks tersebut masih saja beredar.

Melalui keterangan resmi dalam laman Pom.go.id, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menyebut kabar soal bahaya kandungan arsenik pada mie instan adalah hoaks.

Reaksi kimia yang terjadi karena percampuran cokelat dan mie instan di dalam perut juga sudah dinyatakan tidak terbukti, karena BPOM tidak akan memberikan izin edar bagi produk makanan yang mengandung kadar arsenik tinggi dan beracun.

Melalui laman resminya, situs Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut kabar tersebut hoaks. Hal ini didapat setelah melakukan pengujian laboratorium, di mana tidak ditemukan adanya kandungan arsenik atau racun lainnya, serta produk mie instan yang memiliki izin edar BPOM aman untuk dikonsumsi.

Kesimpulan

Informasi soal makan mie goreng setelah makan cokelat dapat menyebabkan keracunan hingga meninggal dunia adalah hoaks. Jika Anda mendapat pesan seperti ini, stop menyebarkan agar hoaksnya berhenti di Anda.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini